Pencarian

Banjir Thailand Setop Empat Pabrik Toyota, Pasokan Komponen Terganggu

Kamis, 01 Oktober 2026 • 11:19:31 WIB
Banjir Thailand Setop Empat Pabrik Toyota, Pasokan Komponen Terganggu
Pabrik Toyota di Thailand menghentikan operasi sementara akibat banjir yang mengganggu pasokan komponen.

MALUKU — Toyota menghentikan sementara operasi empat pabriknya di Thailand karena banjir mengganggu pengiriman komponen. Penghentian mencakup tiga pabrik Toyota Motor Thailand dan satu fasilitas patungan Toyota Auto Works. Juru bicara Toyota menyatakan perusahaan tengah berkoordinasi dengan pemasok untuk memulihkan pasokan dan memulai produksi kembali secepat mungkin.

Banjir yang melanda Bangkok dan sejumlah provinsi di Thailand memaksa Toyota menutup sementara lini produksinya. Juru bicara Toyota yang dikutip Reuters, Rabu (30/9), menyatakan perusahaan belum bisa memastikan kapan operasi keempat pabrik itu kembali normal.

Penghentian ini menambah daftar gangguan industri otomotif Thailand setelah curah hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut sejak akhir pekan lalu. Bangkok tercatat menerima 320 milimeter hujan dalam tiga hari, angka yang hampir menyamai total curah hujan normal sepanjang September.

Curah Hujan Tiga Hari Setara Sebulan

Pemerintah Thailand menetapkan Bangkok sebagai zona terdampak bencana. Kementerian Dalam Negeri mencatat sedikitnya 24 orang tewas, dengan 44 dari 77 provinsi terdampak. Hingga Rabu, banjir masih menggenangi 32 provinsi.

Juru bicara pemerintah Ekkapob Pianpises menyebut angka korban mencapai 40 orang berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Otoritas mengalirkan air banjir di Bangkok ke kanal dan menargetkan kondisi warga kembali normal dalam dua hingga tiga hari.

Banjir juga memicu kekacauan di Bandara Suvarnabhumi pada Selasa (29/9). Separuh personel bandara tidak bisa masuk kerja, ribuan bagasi menumpuk, dan sejumlah penerbangan dibatalkan.

Rantai Pasok Komponen Jadi Titik Lemah

Penghentian produksi Toyota menunjukkan bahwa gangguan logistik komponen menjadi dampak paling langsung ke sektor manufaktur. Asisten Gubernur Bank of Thailand Chayawadee Chai-anant menilai banjir sudah berdampak pada sektor jasa, ritel, grosir, dan konstruksi.

Menurut Chayawadee, sektor manufaktur secara umum belum terdampak luas. Namun keputusan Toyota menutup empat pabriknya membuktikan bahwa jalur pengiriman komponen tetap rentan terhadap genangan air.

Pemerintah Thailand membentuk pusat komando untuk memantau situasi. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyebut Bangkok, wilayah metropolitan sekitarnya, dan kawasan tengah Thailand masih berisiko terkena air kiriman dari utara.

Bayang-Bayang Banjir Besar 2011

Thailand pernah mengalami banjir besar pada 2011 yang melumpuhkan produksi Toyota Motor Thailand sejak 10 Oktober hingga kembali berproduksi 21 November tahun itu. Dampaknya merembet ke luar Thailand.

Dalam rilis resmi 10 November 2011, Toyota menyebut pabrik kendaraannya di Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Afrika Selatan menyesuaikan jam produksi mulai pekan 14 November 2011. Laporan Reuters untuk penghentian kali ini tidak menyebut adanya dampak terhadap produksi Toyota di luar Thailand.

Badan cuaca Thailand memprakirakan hujan lebat kembali pada Senin (5/10) hingga Kamis (8/10), dengan peningkatan curah hujan di wilayah timur laut dan utara. Prospek itu memperkecil peluang pabrik-pabrik Toyota kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks