Pemkot Tual Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar

Penulis: Ramli Siregar  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 11:45:11 WIB
Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat menerima penghargaan Pengendalian Inflasi dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

TUAL — Pemerintah Kota Tual berhasil mengendalikan lonjakan harga kebutuhan pokok di wilayahnya. Atas kerja keras tersebut, Kemendagri memberikan penghargaan kategori Pengendalian Inflasi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, di Senggigi, Lombok, Selasa (19/5/2026).

Kota Tual Terbaik I di Regional Maluku dan Nusa Tenggara

Dalam kategori pengendalian inflasi tingkat kota, Tual dinobatkan sebagai Terbaik I untuk Regional Nusa Tenggara dan Maluku. Tidak hanya piagam, daerah ini juga mendapatkan apresiasi berupa dana insentif senilai Rp3 miliar.

Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki kinerja unggul dan inovatif. Syarat utamanya, kebijakan yang dijalankan harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kunci Sukses: Kolaborasi dan Inovasi Seluruh OPD

Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat menyebut keberhasilan ini bukan kerja sendiri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran pemerintah kota.

"Ini adalah hasil kerja bersama seluruh OPD dan jajaran Pemerintah Kota Tual yang terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik," ujar Renuat.

Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat Kota Tual. Menurutnya, stabilitas harga tidak bisa dijaga hanya oleh pemerintah tanpa partisipasi warga dan pelaku usaha.

Apa Langkah Pemkot Tual Selanjutnya?

Renuat berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Ia mengajak semua pihak menjaga semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

"Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan, pelayanan, dan pengabdian demi kemajuan Kota Tual yang kita cintai," katanya.

Dana insentif Rp3 miliar yang diterima rencananya akan digunakan untuk memperkuat program stabilisasi harga dan ketahanan pangan di wilayah kepulauan tersebut.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top