AMBON — Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Eddy Tasso, menyatakan pihaknya akan mengimplementasikan Modul Ajar Literasi Keuangan di seluruh SMP dan SD di kota tersebut. Program ini merupakan inisiatif OJK yang diluncurkan di Balai Kota Ambon, Rabu (20/5/2026).
“Launching Modul Ajar Literasi Keuangan ini programnya OJK, sementara kami di Dinas Pendidikan sifatnya mendukung agar dapat diterapkan di sekolah-sekolah,” ujar Eddy Tasso.
Mengapa Literasi Keuangan Diajarkan Sejak SD?
Menurut Eddy, pembentukan karakter keuangan tidak bisa menunggu usia dewasa. Siswa perlu dibiasakan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami konsep investasi secara sederhana. “Program menabung ini sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya di sekolah-sekolah dan sekarang tinggal dilanjutkan kembali,” katanya.
Dinas Pendidikan menargetkan budaya menabung tidak hanya diterapkan di jenjang SMP, melainkan juga merambah ke tingkat SD. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan pola hidup konsumtif yang mulai tampak di kalangan anak-anak.
Isi Modul: Dari Menabung hingga Investasi
Modul ajar tersebut akan memuat materi pengelolaan uang saku, cara menabung rutin, serta pengenalan produk keuangan sederhana. OJK menyusun modul agar mudah dipahami oleh siswa dan bisa diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.
Pemerintah Kota Ambon berharap, melalui program ini, siswa memiliki karakter disiplin dalam mengatur keuangan dan terbiasa hidup hemat. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga cerdas secara finansial,” tambah Eddy Tasso.
Jadwal Implementasi di Sekolah
Implementasi modul akan dimulai secara bertahap pada semester mendatang. Dinas Pendidikan masih menyusun teknis pelatihan bagi guru sebelum modul benar-benar diterapkan di kelas. Langkah ini sekaligus menjawab arahan Wali Kota Ambon yang mendorong penguatan literasi keuangan di lingkungan sekolah.
Program ini menjadi salah satu upaya OJK dalam meningkatkan indeks literasi keuangan di wilayah timur Indonesia, yang masih tergolong rendah dibandingkan wilayah lain.