TUAL — Dinas Pendidikan Kota Tual menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prioritas utama dalam upaya mencetak sumber daya manusia unggul di daerah kepulauan Maluku. Pemerintah kota menilai asupan gizi yang baik menjadi prasyarat dasar sebelum anak-anak mampu menyerap pelajaran secara optimal di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual menekankan bahwa program ini bukan sekadar pemberian makanan tambahan. Lebih dari itu, MBG dirancang untuk memutus rantai masalah kesehatan kronis seperti stunting dan kurang energi kronis (KEK) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah pesisir.
“Anak yang kenyang dan bergizi akan lebih mudah berkonsentrasi. Ini investasi jangka panjang untuk kualitas pendidikan di Tual,” ujar pihak dinas dalam pernyataan yang dikutip baru-baru ini.
Program MBG menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat. Pemerintah Kota Tual memastikan distribusi makanan bergizi akan menjangkau sekolah-sekolah di pulau-pulau kecil yang selama ini sulit diakses.
Dinas Pendidikan juga menggandeng Puskesmas setempat untuk menyusun menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak berdasarkan usia. Menu lokal berbasis ikan dan sumber protein hewani lainnya menjadi andalan karena ketersediaannya yang melimpah di perairan Maluku Tenggara.
Data dari beberapa sekolah di Kota Tual menunjukkan peningkatan kehadiran siswa sejak program MBG berjalan. Angka partisipasi sekolah naik karena orang tua tidak lagi khawatir anak mereka berangkat dalam kondisi perut kosong.
“Dulu banyak siswa yang izin karena sakit perut atau lemas. Sekarang hampir tidak ada,” tambah salah satu guru di SD Negeri Tual.
Dinas Pendidikan menargetkan seluruh sekolah negeri dan swasta di Kota Tual sudah menerima program ini secara merata sebelum tahun ajaran baru mendatang. Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan nelayan lokal untuk memasok bahan baku segar setiap hari.