DOBO — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Bupati Timotius Kaidel melalui kanal media sosial resmi BPS setempat pada Senin (8/6/2026).
Sensus yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 ini menyasar seluruh pelaku usaha non-pertanian di Indonesia. Mulai dari usaha rumahan, warung kecil, toko kelontong, UMKM, bisnis daring, hingga korporasi skala besar akan didata oleh petugas BPS.
“Mari kita bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ujar Bupati Kaidel dalam keterangan resminya.
Menurutnya, data yang dihasilkan sangat krusial untuk memotret struktur ekonomi wilayah secara menyeluruh. Termasuk perkembangan ekonomi digital dan aspek lingkungan yang kian relevan di era sekarang.
Bupati menegaskan bahwa hasil sensus ini tidak sekadar angka statistik. “Data Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih akurat,” tegasnya.
Dengan data yang valid, pemerintah daerah bisa merancang program intervensi yang tepat sasaran. Mulai dari bantuan modal bagi UMKM hingga pengembangan sektor-sektor unggulan di Kepulauan Aru.
Proses pendataan lapangan secara door-to-door oleh petugas resmi BPS dimulai pertengahan Juni 2026. Sebelumnya, sepanjang bulan Mei, BPS telah melakukan persiapan dan sosialisasi kepada masyarakat.
Bupati Kaidel berharap warga bersikap kooperatif saat petugas mendatangi rumah atau tempat usaha. “Berikan informasi yang akurat agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” imbaunya.
Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan sensus ini. Tanpa data yang jujur dan lengkap, kebijakan pembangunan berisiko meleset dari kebutuhan riil warga Kepulauan Aru.