JAKARTA — IHSG melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (10/6), sehari setelah mencatatkan reli spektakuler sebesar 7,57 persen. Indeks sempat dibuka melemah tipis 2,59 poin ke level 5.744, lalu berbalik arah dan menyentuh 5.879 pada pukul 09.35 WIB.
Pemicu utama pemulihan ini adalah respons cepat pemerintah dan otoritas moneter. Pemerintah menggelar rapat dengan para CEO BUMN untuk mendorong aksi buyback saham. Langkah ini diikuti keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen, di luar jadwal rapat reguler.
“Pemulihan terjadi setelah pemerintah menggelar pertemuan dengan para CEO BUMN untuk mendorong aksi buyback saham, serta langkah mengejutkan BI yang menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,50 persen di luar jadwal rapat reguler,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata.
Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik 32 persen menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Pertamax Green 95 juga naik 31,7 persen menjadi Rp17.000 per liter. Pemerintah memastikan harga Pertalite dan Biosolar tidak berubah.
Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang membahas evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan percepatan integrasi GovTech berbasis AI yang telah menghubungkan 80 persen sistem pemerintah. Kewaspadaan terhadap risiko global, khususnya di Selat Hormuz, menjadi perhatian utama.
Harapan perdamaian sempat muncul setelah Iran dan Israel menghentikan serangan. Namun, situasi berubah drastis ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran menembak jatuh helikopter Apache AS di Selat Hormuz. CENTCOM kemudian mengonfirmasi dimulainya serangan balasan terhadap target Iran.
“Perkembangan tersebut kembali mengurangi optimisme pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai, sementara Iran tetap membantah melakukan operasi ofensif dan memperingatkan akan memberikan respons tegas,” tulis Liza. Harga energi global berpotensi kembali melonjak.
Pelaku pasar juga menantikan data inflasi AS, yaitu Consumer Price Index (CPI) Mei 2026 yang dirilis Rabu (10/6) dan Producer Price Index (PPI) pada Kamis (11/6). Data tenaga kerja yang kuat membuat probabilitas kenaikan suku bunga tambahan oleh The Fed tahun ini mencapai sekitar 69 persen.
Head of Research Kiwoom Sekuritas menjelaskan bahwa reli ini berhasil menghentikan kepanikan pasar untuk sementara. Namun, faktor fundamental seperti arus keluar dana asing, meningkatnya sovereign risk premium, dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal belum sepenuhnya hilang.
“Kebangkitan IHSG akan jumpai tantangan terdekat di sekitar 5.900 (Resistance MA10) dan support 5.550,” ujar Liza. Level psikologis 5.900 menjadi tembok yang harus ditembus jika indeks ingin melanjutkan tren positifnya.
Di tengah penguatan IHSG, mayoritas bursa global justru melemah. Bursa Eropa ditutup bervariasi dengan Euro Stoxx 50 melemah 0,24 persen dan FTSE 100 Inggris turun 1,41 persen. Wall Street juga mayoritas melemah, dengan Nasdaq Composite turun 1,12 persen. Bursa Asia pagi ini kompak melemah, dipimpin Nikkei yang turun 1,14 persen dan Hang Seng yang melemah 1,12 persen.