MALUKU — Meski belum ada pengumuman resmi dari Agen Pemegang Merek (APM) masing-masing, tiga model EREV dari pabrikan China dikonfirmasi tengah dipersiapkan untuk pasar Indonesia. Deepal S05, Chery J6, dan BAIC BJ41 membawa pendekatan yang sangat berbeda, dari segi sasis hingga target pengguna. Kehadiran mereka diproyeksikan mengubah peta persaingan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air yang selama ini didominasi hybrid murni dan BEV.
Deepal S05 EREV menjadi salah satu kandidat terdepan. SUV ini mengusung platform Changan EPA1 dengan penggerak roda belakang (RWD). Motor listriknya menghasilkan 218 PS dan torsi 320 Nm, sementara mesin bensin 1.497 cc (95 PS) hanya berfungsi sebagai generator pengisi baterai.
Baterai LFP berkapasitas 27,28 kWh diklaim mampu menempuh jarak 170 km dalam mode listrik murni. Jika digabung dengan generator bensin, total jarak tempuh mencapai 1.200 km. Angka ini menjawab kecemasan pengguna soal jarak (range anxiety) tanpa harus bergantung penuh pada stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Chery J6 EREV dikabarkan sudah menjalani uji jalan di Indonesia. Model ini menawarkan fleksibilitas lebih dengan opsi penggerak RWD dan AWD. Varian RWD tersedia dalam beberapa tingkat tenaga, mulai 133 hp hingga 248 hp, sedangkan varian AWD memiliki output gabungan 422 hp.
Kapasitas baterai yang ditawarkan bervariasi: 20,64 kWh dan 33,68 kWh. Jarak tempuh listrik murni diklaim mencapai 215 km untuk varian tertentu, dan total jarak gabungan tetap di angka 1.200 km. Mesin 1.500 cc turbo menjadi generator daya. Dengan spek ini, Chery J6 EREV menyasar segmen SUV medium yang mengutamakan performa dan efisiensi.
BAIC BJ41 EREV mengambil pendekatan paling berbeda. SUV ini menggunakan konstruksi sasis tangga (ladder frame), yang jarang ditemui di kendaraan elektrifikasi. Dua motor listrik di depan dan belakang menghasilkan tenaga gabungan 540 hp dan torsi 655 Nm — angka yang sangat tinggi untuk sebuah SUV EREV.
Baterai lithium ternary berkapasitas 40,3 kWh menjadi yang terbesar di antara ketiganya. Keunggulan lain adalah dukungan fast charging DC, yang memungkinkan pengisian dari 30% ke 80% hanya dalam 30 menit. Mesin bensin turbo 1.500 cc tetap bertugas sebagai generator. Kombinasi ini membuat BJ41 cocok untuk pengguna yang membutuhkan mobil harian sekaligus andal di medan berat.
Ketiga model ini menunjukkan bahwa pabrikan melihat celah pasar di antara mobil hybrid konvensional dan BEV. EREV memberikan sensasi berkendara mulus dan responsif seperti mobil listrik murni, tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur pengisian yang belum merata di Indonesia. Dengan mesin bensin yang hanya bekerja sebagai generator, konsumsi bahan bakar tetap lebih efisien dibanding hybrid biasa pada kondisi tertentu.
Jika ketiganya benar-benar meluncur dalam waktu dekat, konsumen Indonesia akan memiliki pilihan yang lebih beragam: Deepal S05 untuk pengguna perkotaan, Chery J6 untuk kebutuhan performa dan fleksibilitas, serta BAIC BJ41 untuk pecinta off-road yang ingin beralih ke elektrifikasi. Persaingan di segmen ini dipastikan akan semakin ketat.