MALUKU — Deschamps tidak melihat alasan untuk berpura-pura rendah diri. Dalam pernyataan terbarunya, ia menegaskan bahwa status unggulan merupakan keniscayaan yang harus dihadapi oleh tim sekelas juara bertahan. “Itu sudah jadi konsekuensi atas prestasi Prancis,” ujarnya.
Dua Final Beruntun Bikin Standar Naik
Prancis tampil di partai puncak Piala Dunia 2018 dan 2022. Satu gelar juara diraih di Rusia, satu runner-up di Qatar. Catatan itu membuat publik dan media otomatis memasukkan mereka ke jajaran calon kuat juara edisi 2026.
Deschamps sadar betul ekspektasi yang menyertainya. Namun, ia justru menjadikannya sebagai bahan bakar motivasi. “Kami harus nyaman dengan tekanan itu. Ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba,” tambahnya.
Prancis Bukan Satu-satunya Tim Unggulan
Meski menerima label favorit, Deschamps tidak mengabaikan kekuatan pesaing. Ia menyebut Argentina, Brasil, dan sejumlah tim Eropa lain juga memiliki materi pemain yang tak kalah mentereng. “Yang penting adalah bagaimana kami tampil di lapangan, bukan prediksi di atas kertas,” katanya.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan format 48 tim. Turnamen digelar bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini juga kali pertama Piala Dunia melibatkan tiga negara tuan rumah sekaligus.
Kunci Sukses: Regenerasi Tanpa Kehilangan Identitas
Deschamps telah memulai proses regenerasi sejak awal 2023. Sejumlah pemain muda seperti Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, dan Randal Kolo Muani mulai mendapat peran lebih besar. Mereka perlahan menggantikan pilar-pilar senior yang mulai berkurang menit bermainnya.
Namun, transisi itu tidak membuat Prancis kehilangan identitas. Gaya permainan tetap mengandalkan transisi cepat dan soliditas pertahanan. “Kami punya fondasi yang kuat. Siapa pun pemainnya, filosofi kami tidak berubah,” tegas Deschamps.
Jadwal Kualifikasi dan Persiapan Mulai Tahun Depan
Prancis dijadwalkan memulai babak kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 2025. Mereka tergabung di Zona Eropa dan akan menghadapi lawan-lawan yang belum ditentukan melalui undian. Sebelum itu, Deschamps akan memanfaatkan UEFA Nations League sebagai ajang uji coba skuad.
Dengan status favorit di pundak mereka, setiap langkah Prancis akan diawasi ketat. Namun, Deschamps tampaknya justru menikmati sorotan itu. “Lebih baik difavoritkan daripada diabaikan,” pungkasnya.