TIAKUR — Nama Desa Wisata Welora di Kecamatan Dawera, Kabupaten Maluku Barat Daya, kian melambung setelah dinobatkan sebagai juara pertama kategori destinasi wisata baru dalam Anugerah Pariwisata Indonesia (API Award) 2020. Prestasi ini menjadi modal besar bagi desa yang terletak di antara Laut Banda dan Laut Timor untuk bersaing di kancah pariwisata nasional maupun global.
Welora menyimpan kekayaan bawah laut yang masih perawan. Di kedalaman lautnya, penyelam bisa menemukan hamparan terumbu karang sehat berukuran besar dengan warna-warni yang memukau. Tak hanya itu, ikan kerapu raksasa, gerombolan barakuda, hingga ikan napoleon—ikon perairan tropis—kerap dijumpai di lokasi ini.
Keindahan tersebut menjadikan Welora sebagai salah satu spot selam yang mulai diperhitungkan di kawasan timur Indonesia. Julukan The Forgotten Island melekat karena lokasinya yang terpencil, justru membuat ekosistem lautnya tetap terjaga.
Daya tarik Welora tak melulu soal bawah laut. Suasana desa yang tertata rapi serta keramahan masyarakat setempat menjadi nilai jual tersendiri. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyelam, tetapi juga menikmati pengalaman tinggal di desa yang masih memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal.
Warga setempat bersama pengelola desa wisata terus berbenah. Mereka berupaya mengembangkan Welora agar mampu bersaing sebagai destinasi berkelas, namun tanpa kehilangan identitas budaya yang sudah diwariskan turun-temurun.
Pasca-penghargaan API Award 2020, pemerintah daerah dan pengelola desa wisata fokus pada promosi serta peningkatan fasilitas pendukung. Akses menuju Pulau Dawera yang selama ini menjadi kendala utama perlahan mulai mendapat perhatian. Dengan potensi yang ada, Welora diyakini mampu menjadi ikon wisata baharu baru Maluku Barat Daya yang mendunia.