Pencarian

IHSG Dibuka Menguat 0,59 Persen ke 6.272, Sentimen Global dan Penundaan Obligasi Danantara Warnai Perdagangan

Senin, 03 Agustus 2026 • 13:23:31 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,59 Persen ke 6.272, Sentimen Global dan Penundaan Obligasi Danantara Warnai Perdagangan
IHSG dibuka menguat 0,59 persen ke level 6.272 pada perdagangan awal pekan ini.

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diprediksi bakal beragam. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebut level 6.200 hingga 6.180 menjadi kunci utama untuk menentukan arah selanjutnya.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.200-6.180, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.244 sebagai resistance terdekat, dan apabila berhasil breakout, penguatan berpotensi berlanjut ke 6.315 hingga 6.377,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Optimisme Teknologi Global Lawan Sikap Hawkish The Fed

Dari mancanegara, pasar mendapat angin segar dari laporan keuangan Amazon yang melampaui ekspektasi. Hal ini mendorong reli saham di sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor secara global.

Namun, euforia tersebut tertahan oleh pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) yang kembali menegaskan sikap hawkish. Suku bunga tinggi dinilai masih perlu dipertahankan lebih lama untuk memastikan inflasi benar-benar terkendali.

“Kombinasi kuatnya kinerja emiten teknologi dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter membuat pergerakan pasar tetap selektif,” kata Liza.

Ketegangan AS-China dan Penundaan Obligasi Danantara

Ketidakpastian perdagangan global juga meningkat setelah Amerika Serikat memasukkan 43 perusahaan China ke dalam daftar larangan impor berdasarkan Uyghur Forced Labor Prevention Act (UFLPA). Kebijakan ini berpotensi mengganggu rantai pasok sektor baterai kendaraan listrik, logam, elektronik, dan energi.

Di sisi domestik, Danantara dikabarkan menunda penerbitan obligasi dolar AS bertenor 20 dan 30 tahun. Lonjakan yield US Treasury membuat investor meminta imbal hasil di kisaran tinggi 6 persen, lebih tinggi dari target perusahaan, sehingga manajemen memilih menunggu momentum yang lebih baik.

“Penundaan itu juga dipengaruhi sentimen pelemahan Rupiah, meningkatnya defisit transaksi berjalan, serta kehati-hatian investor terhadap rekam jejak Danantara yang masih relatif baru,” jelas Liza.

Pemerintah Percepat Pembentukan Pusat Finansial Internasional

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah dan DPR justru mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Langkah ini untuk memanfaatkan potensi perpindahan modal global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

PFII diharapkan mampu menarik sebagian dana family office global yang nilainya mencapai sekitar 3,2 triliun dolar AS. Daya tarik utamanya adalah regulasi yang kompetitif, kepastian hukum, dan tata kelola berstandar internasional.

Kinerja Bursa Asia dan Eropa

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, bursa Eropa mayoritas ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,21 persen, DAX Jerman menguat 0,07 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,28 persen, sementara FTSE 100 Inggris melemah tipis 0,27 persen.

Wall Street juga kompak menghijau. S&P 500 menguat 0,70 persen ke level 7.489,72, Nasdaq Composite naik 0,60 persen ke 28.274,20, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,53 persen ke 52.485,03.

Namun, pagi ini mayoritas bursa Asia justru tertekan. Nikkei melemah 1,55 persen, Kospi terkoreksi dalam 3,76 persen, dan Shanghai turun 0,66 persen. Indeks LQ45 di dalam negeri terpantau naik 6,05 poin atau 0,97 persen ke posisi 627,29.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks