Pemkot Ambon Mulai Proyek Sampah Plastik Jadi Energi, Targetkan Bangun Fasilitas Pengolahan Briket

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 20:20:31 WIB
Pemkot Ambon memulai proyek pengolahan sampah plastik menjadi energi alternatif.

AMBON — Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memulai proyek penelitian pengelolaan sampah plastik yang akan diolah menjadi sumber energi alternatif. Proyek ini merupakan respons atas volume sampah harian yang mencapai 250 ton di kota tersebut.

Kick-off meeting dan koordinasi pemangku kepentingan digelar di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Rabu (17/6/2026). Proyek ini melibatkan Universitas Katolik Soegijaprapta, Macquarie University Australia, Politeknik Negeri Ambon, Institut Tifa Damai Maluku, serta berbagai organisasi masyarakat dan komunitas lokal.

Target: Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Briket

Pemkot Ambon menargetkan pembangunan Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF) yang akan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif berupa briket. Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengatakan metode pengangkutan konvensional yang selama ini dipakai membutuhkan biaya operasional tinggi dan sudah tidak efektif.

"Sistem pengelolaan sampah harus bergeser dari pola lama yang hanya mengangkut dan membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA), menuju pengolahan sejak dari sumbernya agar permasalahan lingkungan dapat diminimalkan," kata Bodewin dalam sambutannya.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Transisi Energi Berkeadilan

Penelitian ini difokuskan pada tiga aspek: inovasi pengelolaan sampah plastik berbasis masyarakat, penguatan pendidikan lingkungan yang inklusif, serta penyusunan tata kelola yang mendukung transisi energi berkeadilan. Bodewin mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat Ambon dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kini semakin banyak komunitas yang secara sukarela terlibat dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing, sehingga potensi tersebut perlu terus didukung melalui edukasi dan pendampingan," ujarnya.

Politeknik Negeri Ambon Diminta Hadirkan Inovasi Teknologi

Walikota secara khusus berharap Politeknik Negeri Ambon dapat menghadirkan inovasi teknologi berupa alat pengolahan sampah yang bisa ditempatkan di kawasan permukiman. Alat tersebut diharapkan mampu membantu menyelesaikan persoalan sampah dari tingkat masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kota Ambon masih masuk dalam kategori daerah yang memerlukan pembinaan dalam pengelolaan sampah. Pemkot terus melakukan pembenahan, mulai dari peningkatan infrastruktur, pengadaan armada pengangkut sampah, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia pada Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan.

Apa yang Dihasilkan dari Proyek Kolaboratif Ini?

Melalui penelitian kolaboratif ini, Pemkot Ambon berharap dapat menghasilkan dokumen komprehensif yang menggambarkan kondisi riil pengelolaan sampah di Kota Ambon. Dokumen tersebut akan menjadi dasar penyusunan solusi jangka panjang yang aplikatif dan berkelanjutan.

Bodewin menuturkan pengalamannya saat mengunjungi fasilitas pembangkit listrik berbasis sampah di Singapura. Menurutnya, meskipun kontribusi listrik yang dihasilkan relatif kecil, tujuan utama pengelolaan sampah modern bukan sekadar menghasilkan energi, melainkan mengurangi dampak lingkungan akibat penumpukan sampah.

Kick-off meeting ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh mitra dan memastikan pelaksanaan program berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah dan target transisi energi berkeadilan di Kota Ambon.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top