AMBON — Seekor ikan tuna beku asal Maluku kini mulai merambah pasar baru. BKHIT Maluku bersama Tim Percepatan Ekspor Provinsi memberikan pendampingan penuh terhadap pengiriman perdana komoditas frozen tuna milik PT Jayawi Ambon Internasional ke Thailand. Proses ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, KPPBC Ambon, hingga BPPMHKP Ambon.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan menegaskan bahwa peran lembaganya tidak hanya sekadar menerbitkan dokumen karantina. Pemeriksaan mencakup aspek kesehatan ikan, keamanan pangan, hingga persyaratan teknis yang ditetapkan negara tujuan.
"Kami memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi standar sanitasi dan persyaratan negara tujuan sehingga produk unggulan Maluku semakin dipercaya dan memiliki daya saing di pasar global," kata Willy di Ambon, Rabu.
Willy menjelaskan, kolaborasi dalam Tim Percepatan Ekspor menjadi faktor krusial. Mulai dari pemenuhan standar sanitasi, persyaratan teknis, hingga kelancaran prosedur kepabeanan, semuanya diintegrasikan agar tidak ada hambatan birokrasi.
"Melalui pengawasan dan sertifikasi yang ketat, kami menjaga agar produk perikanan asal Maluku memenuhi standar internasional. Hal ini penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar dan membuka peluang ekspor yang lebih luas," ujarnya.
Berdasarkan data sektor perikanan, nilai ekspor perikanan Maluku pada 2025 mencapai 54,30 juta dolar AS. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 44,79 juta dolar AS. Komoditas tuna—terutama Frozen Yellowfin Tuna Loin, fillet, dan produk olahan—menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah udang vanamei.
Selama ini, produk tuna asal Maluku telah menembas pasar Amerika Serikat, China, Jepang, dan Vietnam. Kehadiran Thailand sebagai tujuan ekspor baru diharapkan memperkuat posisi Maluku sebagai sentra ekspor perikanan nasional.
Ekspor perdana ini dinilai menjadi langkah strategis bagi PT Jayawi Ambon Internasional sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha perikanan lainnya. Willy menambahkan, dengan potensi sumber daya perikanan yang melimpah, Maluku memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan ekspor.
"BKHIT Maluku akan terus mendukung pelaku usaha melalui pelayanan karantina yang cepat, profesional, dan sesuai standar internasional," katanya.