BKKBN Maluku Gandeng 11 Kabupaten/Kota Perkuat Pengendalian Penduduk, Prioritas Tekan Stunting Lewat MBG dan GENTING

Penulis: Ujang Rahmat  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 04:42:31 WIB
Kepala BKKBN Maluku, Edi Setiawan, memimpin rapat koordinasi pengendalian penduduk dengan 11 kabupaten/kota se-Maluku.

AMBON — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Edi Setiawan, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menyukseskan program pembangunan keluarga. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dengan Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dari seluruh kabupaten/kota se-Maluku, Rabu (19/2).

Menurut Edi, kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau masyarakat dengan berbagai layanan.

Tantangan Wilayah Kepulauan dan Komitmen Petugas Lapangan

Edi yang baru bertugas sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Maluku mengaku semakin memahami kompleksitas pelayanan di daerah setelah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi.

"Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, saya memahami berbagai tantangan yang dihadapi. Namun saya juga melihat semangat dan komitmen yang besar dari pemerintah daerah serta para petugas untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Ia menilai, meskipun akses antar-puluh menjadi kendala logistik, para pemangku kepentingan di daerah memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Enam Program Prioritas: Dari MBG hingga SIDAYA

Dalam rapat koordinasi tersebut, Edi memaparkan sejumlah program prioritas Kemendukbangga yang menjadi fokus pelaksanaan di Maluku. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai acuan perencanaan jangka panjang.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok sasaran tertentu, termasuk ibu hamil dan balita.
  • Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
  • Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai upaya pengasuhan berbasis komunitas.
  • Program pemberdayaan lanjut usia melalui SIDAYA untuk memastikan kesejahteraan lansia.

"BKKBN Tidak Bisa Bekerja Sendiri"

Edi menekankan bahwa keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan aktif pemerintah kabupaten/kota. Dukungan OPD setempat dinilai krusial agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

"BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan pemerintah kabupaten/kota sangat menentukan keberhasilan program, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga di seluruh wilayah Maluku," katanya.

Target Jangka Panjang: Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui penguatan koordinasi ini, BKKBN Maluku berharap dapat mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan berdaya saing. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk terus bergerak bersama membangun keluarga Indonesia yang berkualitas melalui program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan," pungkas Edi.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top