MALUKU — Uji perbandingan sedan mewah V8 tahun 1997 yang digelar Car and Driver mempertemukan empat pendekatan berbeda soal kemewahan. Lexus LS400 yang sudah menjadi tolok ukur sejak 1995, BMW 540i dan Mercedes-Benz E420 yang merupakan versi V8 dari pemenang uji perbandingan sebelumnya, serta Infiniti Q45t yang merupakan generasi kedua setelah pelajaran pahit dari model pertama. Hasilnya? Bukan hanya soal spesifikasi, melainkan filosofi.
Bagi penggemar setia yang mencari sensasi berkendara aktif, dua sedan Jerman langsung unggul di atas kertas. BMW 540i dan Mercedes E420 menawarkan sasis berotot dan handling tajam yang disukai para jurnalis yang lebih suka menjadi pengemudi ketimbang penumpang. Namun, pendekatan Jepang melalui Lexus LS400 dan Infiniti Q45t justru menawarkan kenyamanan dan keheningan kabin yang sulit ditandingi.
Infiniti Q45t menempati posisi keempat dalam perbandingan ini. Menurut penguji, butuh waktu lebih dari sekadar 10 mil pertama untuk benar-benar memahami karakter mobil ini. "Awalnya terasa seperti sedan besar, sunyi, dan ragu-ragu, tetapi setelah beberapa jam, ia berubah menjadi mesin yang rendah hati dengan keseimbangan inheren," tulis penguji.
Sayangnya, dalam akselerasi 1/4 mil, Q45t tertinggal cukup jauh: 10 mph lebih lambat dari BMW 540i, 7 mph dari Mercedes, dan 4 mph dari Lexus. Meski begitu, kemampuan cengkeraman jalan, jarak pengereman, dan skidpad-nya berada dalam rentang yang ketat dengan kompetitor. Bobotnya paling berat—sekitar 250 pon lebih berat dari Mercedes—meski sudah diperkecil untuk model 1997.
Kabin Q45t justru menjadi sorotan. Pengemudi duduk di atas jok, bukan di dalamnya, dengan banyak ornamen kayu mengilap di dasbor, pintu, dan konsol. Namun, fitur yang sudah menjadi standar di kelas harga ini seperti kontrol iklim terpisah untuk penumpang depan, penyetel sandaran kepala elektrik, dan airbag samping justru absen.
Dua sedan Jerman, BMW 540i dan Mercedes E420, merepresentasikan pendekatan Eropa terhadap kemewahan kelas menengah. Keduanya kompak, dengan sasis berotot yang memanjakan pengemudi aktif. Namun, penumpang di kursi belakang diperlakukan sebagai penumpang kelas turis. Sebaliknya, Lexus LS400 yang sudah memasuki tahun ketiga penjualannya pada 1997 tetap menjadi tolok ukur berkat kombinasi kenyamanan, keheningan, tenaga, efisiensi bahan bakar, dan ruang kabin yang lapang.
"Lexus berdiri sebagai tolok ukur sedan mewah—kombinasi luar biasa dari kenyamanan, keheningan, tenaga, efisiensi bahan bakar, dan kelapangan," tulis Car and Driver. Harga basis LS400 1997 adalah $55.141, atau setara sekitar Rp882 juta dengan kurs saat itu.
Infiniti Q45t, meski kalah dalam akselerasi, justru unggul dalam kemudahan penggunaan bagasi. Bagasinya lebar ketimbang panjang, sehingga tidak perlu menjangkau jauh untuk mengambil barang yang tergelincir ke depan. Ini menjadi nilai tambah praktis yang jarang dibahas dalam perbandingan spesifikasi.