DPRD Maluku Dorong Penguatan Kerja Sama Strategis dengan Belanda Usai Kunjungan Dubes ke Ambon

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 22 Juni 2026 | 21:05:31 WIB
Duta Besar Belanda melakukan kunjungan resmi ke Kota Ambon, Maluku.

AMBON — Kedatangan Duta Besar Belanda ke Kota Ambon disambut positif oleh DPRD Maluku. Anggota DPRD Maluku Rofik Akbar Afifudin menilai kunjungan itu membuka ruang baru bagi penguatan hubungan historis dan kerja sama strategis antara kedua wilayah.

Menurut Rofik, kehadiran perwakilan resmi Pemerintah Belanda tersebut juga menjadi perhatian tersendiri terhadap kuatnya ikatan emosional masyarakat Maluku dengan Belanda. Ikatan itu, kata dia, tidak hanya terlihat dalam hubungan diplomatik, tetapi juga dalam dukungan masyarakat terhadap Tim Nasional Belanda.

Antusiasme Suporter Jadi Cermin Hubungan Historis

Rofik menegaskan bahwa militansi pendukung Timnas Belanda di Ambon bukan sekadar fenomena suporter biasa. "Sebagai fans fanatik, tentu kita bangga karena ada keterwakilan Pemerintah Belanda yang berkesempatan melihat langsung militansi pendukung Timnas Belanda di Kota Ambon," kata Rofik di Baileo Rakyat Karang Panjang (Karpan), Ambon, Kamis (18/6/2026).

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Timnas Belanda merupakan bagian dari ekspresi historis dan kultural yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Maluku. Hal ini, menurutnya, menjadi modal sosial yang kuat untuk membangun kerja sama yang lebih konkret ke depan.

Momen Strategis untuk Sektor Ekonomi dan Pendidikan

Kunjungan Dubes Belanda ke Ambon dinilai menjadi momentum penting yang tidak boleh dilewatkan. Rofik mendorong agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan agenda kerja sama yang lebih terukur, terutama di sektor ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan.

DPRD Maluku berharap hubungan emosional yang sudah terbangun selama puluhan tahun bisa diterjemahkan ke dalam program-program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari babak baru hubungan bilateral yang lebih produktif antara Maluku dan Belanda.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top