MALUKU — Pertandingan penuh tekanan di Grup B Piala Dunia akan mempertemukan dua tim yang sama-sama belum meraih kemenangan, Bosnia dan Herzegovina melawan Qatar, Rabu dini hari nanti. Laga yang disiarkan langsung oleh ITV ini menjadi penentu nasib kedua tim setelah Kanada dan Swiss memuncaki klasemen dengan empat poin.
Baik Bosnia maupun Qatar sama-sama berada di posisi sulit setelah dua pertandingan awal. Kekalahan atau hasil imbang akan memastikan langkah mereka terhenti di fase grup. Hanya kemenangan yang membuka peluang lolos ke babak 32 besar, menjadikan laga ini kandidat kuat pertandingan dramatis.
"Pertandingan ini sangat krusial. Kedua tim tidak punya pilihan selain menyerang," ujar Mark Pougatch, presenter utama ITV untuk laga ini.
ITV menurunkan skuad pundit mewah untuk mengawal laga ini dari studio pusat mereka di Brooklyn. Pougatch akan memandu diskusi bersama Laura Woods sebagai co-presenter. Tiga nama besar ikut memberikan analisis: mantan striker Everton Duncan Ferguson, legenda Arsenal Ian Wright, dan gelandang tangguh Patrick Vieira.
Tim studio ini akan memantau kedua pertandingan Grup B secara bersamaan, termasuk laga Kanada vs Swiss yang berlangsung di waktu yang sama.
Untuk pertandingan Bosnia vs Qatar, ITV menunjuk komentator terpisah dari tim studio. Joe Speight akan menjadi komentator utama, ditemani mantan pemain Leeds United Lucy Ward sebagai co-commentator. Ward sebelumnya dikenal sebagai analis taktik yang tajam di sejumlah siaran sepak bola Inggris.
Dengan tekanan besar untuk menang, kedua tim diprediksi bermain terbuka sejak menit awal. Bosnia mengandalkan fisik dan pengalaman pemain-pemain Eropa, sementara Qatar mengandalkan kecepatan dan kolektivitas yang sudah teruji di level Asia. Namun, faktor mentalitas di laga pamungkas bisa menjadi pembeda utama.
ITV juga mengajak penonton untuk ikut memprediksi hasil pertandingan melalui fitur prediksi gratis mereka dengan hadiah £1.000.