Unpatti dan PT. Hatfield Indonesia Siapkan Pusat Unggulan Pembangunan Rendah Karbon di Maluku, Target Operasional 2026-2027

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:33:31 WIB
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menyambut kolaborasi pusat unggulan pembangunan rendah karbon di Maluku.

AMBON — Rencana pembentukan pusat unggulan itu disambut langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan implementasi nyata model kerja sama pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“Universitas Pattimura memiliki 21 pusat kajian yang siap mendukung berbagai kebutuhan penelitian dan pengkajian sehingga program-program yang direncanakan dapat berjalan secara optimal,” ujar Rektor dalam keterangan yang diterima Terasmaluku.com, Rabu (24/6).

Pusat Data untuk Perencanaan Daerah

Koordinator PT. Hatfield Indonesia LCDI Wilayah Maluku, Nita Yohana, menjelaskan bahwa CoE nantinya akan menjadi pusat data dan pusat informasi. Fungsinya untuk memudahkan OPD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengakses hasil kajian yang dibutuhkan untuk perencanaan dan pengambilan kebijakan.

“Pada periode 2026–2027, kami memandang penting untuk meningkatkan kapasitas lokal di Provinsi Maluku. Karena itu, Center of Excellence menjadi instrumen strategis,” jelas Nita.

Dua Tahun Persiapan dan Kajian Intensif

Selama dua tahun terakhir, tim LCDI bersama PT. Hatfield Indonesia telah melaksanakan berbagai kegiatan di Maluku. Salah satu hasilnya adalah penyusunan dokumen Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) yang melibatkan akademisi dan pemangku kepentingan daerah.

Dokumen tersebut menjadi landasan bagi pembentukan CoE. Keberadaan pusat unggulan ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan data antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Rektor Unpatti berharap berbagai persoalan di lingkungan sekitar dapat diatasi melalui kolaborasi ini. Menurutnya, kontribusi bersama bagi pembangunan daerah harus diwujudkan dalam program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Ruslan H. S. Tawari, S.Pi., M.Si.; para dekan; Kepala LPPM, Dr. Estevanus K. Huliselan, S.Pd., M.Si.; serta perwakilan Bappeda Provinsi Maluku dan PT. Hatfield Indonesia.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top