AMBON — Puluhan dekan dan pimpinan FKIP dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia sepakat mengubah paradigma kompetisi menjadi kolaborasi. Kesepakatan itu terwujud dalam peluncuran virtual Forkom FKIP Negeri se-Indonesia yang dipusatkan di Ambon, Rabu.
Rektor Unpatti Freddy Leiwakabessy mengatakan forum ini lahir dari kebutuhan mendesak menghadapi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong pendidikan tinggi berdampak langsung bagi masyarakat.
"Perkembangan pendidikan tinggi saat ini menuntut perubahan paradigma dari kompetisi menuju kolaborasi. Forkom FKIP se-Indonesia diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring, membangun kerja sama antar-fakultas, serta melahirkan berbagai gagasan inovatif," kata Freddy Leiwakabessy di Ambon.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia Indonesia ditentukan oleh kualitas pendidikan. Lembaga pendidikan tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab besar menyiapkan calon guru yang kompeten, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ketua Umum Forkom FKIP Negeri se-Indonesia Imam Sujadi menjelaskan forum ini dirancang menjadi ekosistem kolaborasi nasional yang menghasilkan program-program nyata. Bukan sekadar pertemuan rutin tahunan.
"Perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi keberagaman dan tantangan global," ujar Imam Sujadi.
Program yang direncanakan mencakup kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan inovasi pembelajaran, hingga perluasan kemitraan nasional dan internasional.
Dekan FKIP Unpatti Ambon Izaak H Wenno mengungkapkan peluncuran virtual Forkom FKIP menjadi awal rangkaian kegiatan yang akan dipusatkan di Ambon pada 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan, termasuk lomba debat bahasa Indonesia, kompetisi vlog, dan musikalisasi puisi.
"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antar-fakultas keguruan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas dan berdaya saing," ujar Izaak.
Freddy Leiwakabessy berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui Forkom FKIP berkembang menjadi gerakan bersama. Targetnya: menghasilkan pendidik yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.