MALUKU — Keputusan Jorge Martin hengkang dari Aprilia ke Yamaha bukan sekadar soal kontrak atau uang. Aleix Espargaro, rekan setim sekaligus sahabat dekatnya, blak-blakan mengungkap motivasi di balik langkah tersebut. Menurut Espargaro, Martin menyimpan ambisi yang belum terpenuhi di timnya saat ini.
"Dia tidak pernah merasa sepenuhnya puas (di Aprilia). Dia ingin menjadi pemimpin, kapten dari pabrikan besar Jepang, dan Yamaha telah memberinya kesempatan itu," ujar Espargaro dikutip dari Todocircuito, Rabu (8/7/2026).
Hubungan Martin dan Aprilia memang penuh emosi. Aprilia menjadi tempatnya "berlabuh" setelah hatinya patah karena ditolak tim pabrikan Ducati yang lebih memilih Marc Marquez. Namun, status sebagai "pelarian" itu rupanya tidak cukup untuk memuaskan ambisi pembalap asal Spanyol tersebut.
Espargaro menilai keputusan Martin sangat tepat waktu. Dengan regulasi MotoGP yang akan berubah drastis dalam waktu dekat, pindah ke Yamaha bisa menjadi investasi jangka panjang yang cerdas. "Dengan adanya perubahan regulasi, ini bisa menjadi langkah yang sangat cerdas buat masa depannya," pungkas Espargaro.
Meski akan hengkang, Martin tetap fokus pada musim ini. Saat ini ia memuncaki klasemen sementara dengan 193 poin, unggul tipis 7 angka dari Marco Bezzecchi di posisi kedua. Espargaro yakin sahabatnya itu punya peluang besar untuk mengunci gelar juara dunia sebelum pindah.
"Saya sangat bahagia untuk Jorge. Saya rasa tahun ini dia memiliki kesempatan besar untuk meraih sesuatu yang tidak bisa saya lakukan, yaitu menjadi juara dunia bersama Aprilia," ujar Espargaro.
Keputusan Martin menjadi sinyal bahwa Yamaha serius membangun ulang timnya. Mendapatkan pembalap sekaliber Martin yang haus gelar dan pengalaman memimpin tim pabrikan bisa menjadi fondasi kuat bagi masa depan garpu tala di MotoGP.