MALUKU — Pertandingan yang dimulai di bawah suhu 30 derajat Celcius di Atlanta Stadium berubah menjadi drama panas di lapangan. Mesir tampil mengejutkan dengan keunggulan 2-0 yang bertahan hingga menit ke-77. Namun, Argentina yang didukung ribuan suaranya di tribun tak pernah menyerah. Gol dari Cristian Romero, sepakan kaki kiri Messi, dan sundulan Enzo Fernandez di menit ke-90+4 memastikan kemenangan dramatis.
Gol Kontroversial dan Keputusan VAR yang Memicu Amarah
Laga ini tidak lepas dari kontroversi wasit. Mesir merasa dirampok setelah sebuah gol mereka dianulir karena pelanggaran tipis di awal skema serangan. Dua insiden di kotak penalti Argentina—tarikan Alexis Mac Allister pada Mohamed Fathy dan momen Mohamed Salah dijatuhkan Julian Alvarez—tidak dianggap pelanggaran oleh wasit, meski tayangan ulang menunjukkan adanya kontak fisik. "Terkadang tim besar memang tampak diuntungkan oleh keputusan wasit," ujar Roy Keane di ITV, "tapi itu tidak boleh menutupi apa yang telah diraih Argentina."
Keputusan paling krusial terjadi di menit ke-90+2. Wasit mengabaikan pelanggaran Mac Allister terhadap Fathy, lalu bola bergerak cepat ke sisi lain lapangan. Lautaro Martinez mengirim umpan silang yang disundul Enzo Fernandez untuk gol kemenangan. Seorang anggota staf Mesir yang berlari ke lapangan protes langsung diganjar kartu merah.
Messi Bangkit dari Penalti Gagal, Ciptakan Dua Gol dalam Empat Menit
Messi sempat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, sebuah momen yang bisa menjadi mimpi buruk. Namun, ia bangkit dengan cara yang spektakuler. Dalam rentang 4 menit 18 detik, Messi pertama-tama memberikan assist untuk gol Julian Alvarez di menit ke-82, lalu mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan keras tanpa ayunan penuh setelah bola rebound. "Mesir bermain sangat baik di babak kedua tetapi berhenti melakukannya," tulis Niall Mullen dalam surat pembaca. "Itu bukan penalti, dan respons Mesir sangat buruk. Sangat disayangkan mereka berhenti bermain saat jelas tim Argentina ini bisa ditembus."
Argentina Jumpa Kolombia di Perempat Final, Mesir Pulang dengan Penyesalan
Kemenangan ini membawa Argentina ke perempat final di Kansas City pada hari Minggu, menunggu pemenang laga Swiss vs Kolombia. Bagi Mesir, kekalahan ini pahit. Mohamed Salah tampak hancur di akhir laga, meninggalkan lapangan dengan tatapan kosong. "Mereka tidak menyia-nyiakan apa pun hari ini," tulis laporan langsung. "Mereka hanya berhadapan dengan kekuatan alam yang memiliki kejeniusan di sepatunya."