MALUKU — Prancis tampil dominan meski kalah penguasaan bola. Maroko unggul tipis 52 persen berbanding 48 persen, namun Les Bleus melepaskan 22 tembakan dengan sembilan mengarah ke gawang. Sebaliknya, Singa Atlas hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari lima percobaan.
Peluang emas Prancis hadir lebih dulu saat wasit menunjuk titik putih pada menit ke-28. Eksekusi Kylian Mbappe masih bisa dibaca kiper Maroko, Yassine Bounou, yang sukses mengamankan bola. Namun, skuat asuhan Didier Deschamps tidak panik.
"Kami tetap konsisten. Di situlah Anda juga melihat kekuatan tim karena kami menunjukkan determinasi," ujar gelandang Prancis, Adrien Rabiot, dikutip dari BeinSport.
Kegigihan Prancis akhirnya membuahkan hasil di babak kedua. Mbappe menebus kegagalannya dengan mencetak gol pembuka, disusul Dembele yang menggandakan keunggulan. Dua gol tersebut lahir berkat tekanan tanpa henti yang dilancarkan juara bertahan.
Rabiot mengungkapkan timnya sama sekali tidak khawatir saat Maroko lebih banyak menguasai bola. "Kami merasa bahwa saat kami tidak menguasai bola dan membiarkan mereka menguasainya, mereka tidak terlalu berbahaya. Kami tidak perlu takut pada tim ini," jelasnya.
Kemenangan ini dibayangi cedera pergelangan kaki yang dialami Kylian Mbappe. Pelatih Didier Deschamps sudah angkat bicara mengenai kondisi pemain andalannya tersebut. Belum ada kepastian apakah Mbappe bisa tampil penuh di babak semifinal nanti.
Prancis kini menunggu lawan di semifinal Piala Dunia 2026. Dengan determinasi dan konsistensi yang ditunjukkan, Les Bleus layak difavoritkan untuk mempertahankan gelar juara dunia.