KPK Periksa Anggota V BPK Bobby Rizaldi sebagai Saksi Suap Audit Muara Enim, Rumah Digeledah

Penulis: Pandu Wibisono  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 11:04:01 WIB
Anggota V BPK Bobby Rizaldi tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap audit laporan keuangan Kabupaten Muara Enim.

MALUKU — Bobby Rizaldi tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pukul 09.55 WIB. Mengenakan batik biru, ia datang didampingi sejumlah orang dan langsung menuju meja registrasi sebelum masuk ruang pemeriksaan.

“Kita hadir hari ini,” ucap Bobby singkat kepada wartawan.

Lembaga antirasuah telah menetapkan lima tersangka dalam perkara ini. Salah satunya adalah Bupati Muara Enim, Edison (EDS). Empat lainnya yakni Augusz Dewanggara alias Angga (ANG) selaku pihak swasta; Titin Rita Lestari (TTN) selaku ASN atau pengendali teknis; Fika (FK) selaku Direktur PT Millenium Solusi Abadi; dan Cory Erin Hardi (CRH) selaku marketing perusahaan yang sama.

Penggeledahan Rumah Anggota BPK dan Kantor di Sumsel

Penyidik KPK menggeledah rumah Bobby pada Selasa (14/7/2026) sebagai bagian dari pengembangan kasus. Penggeledahan juga menyasar Kantor BPK Perwakilan Sumatra Selatan.

Dalam penggeledahan di kantor BPK Sumsel, penyidik menyita dokumen terkait perubahan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan Kabupaten Muara Enim. Dokumen itu diduga menjadi salah satu objek yang dipermasalahkan dalam perkara suap ini.

Modus Dugaan Suap dan Peran Tersangka

KPK menduga suap diberikan untuk memengaruhi hasil audit BPK atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Sejauh ini, lembaga antikorupsi belum merinci secara detail peran masing-masing tersangka termasuk apakah ada keterlibatan langsung dari Bobby sebagai Anggota V BPK.

Status Bobby dalam perkara ini masih sebagai saksi. Namun, penggeledahan rumah dan pemanggilan pemeriksaan mengindikasikan penyidikan terus bergerak untuk menjerat pihak-pihak lain yang mungkin terlibat.

KPK sebelumnya telah menahan satu orang tersangka dalam kasus ini, namun belum diumumkan secara terbuka identitasnya. Lembaga antirasuah masih menunggu waktu yang tepat untuk merilis konstruksi perkara secara lengkap.

Konflik Kepentingan di Tubuh BPK?

Kasus ini menyoroti celah potensi konflik kepentingan di lembaga pemeriksa keuangan negara. Anggota V BPK membawahi wilayah pemeriksaan tertentu, termasuk Sumatera Selatan. Dugaan suap yang melibatkan auditor dan pejabat daerah memunculkan pertanyaan soal efektivitas pengawasan internal di BPK.

Sebelumnya, mantan Ketua BPK sempat menyatakan tidak ada kerugian negara dalam kasus korupsi pengadaan laptop yang juga melibatkan auditor. Pernyataan itu mendapat sorotan tajam publik dan dinilai melemahkan semangat pemberantasan korupsi di lembaga tersebut.

KPK belum memberikan keterangan resmi apakah akan memeriksa saksi-saksi lain dari internal BPK. Publik menanti pengungkapan lebih lanjut terkait aliran dana dan siapa saja yang menerima manfaat dari suap audit di Muara Enim.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top