MALUKU — Xiaomi resmi mengumumkan daftar perangkat yang masuk kategori End of Life (EOL), alias tidak lagi menerima pembaruan sistem operasi, fitur baru, perbaikan bug, maupun patch keamanan. Kebijakan ini mencakup 10 model dari lini Xiaomi, Redmi, dan Poco. Tanpa update, perangkat tersebut rentan terhadap celah keamanan yang bisa dieksploitasi malware atau peretas.
Dari total 10 perangkat, lima di antaranya sempat beredar di pasar Indonesia: Xiaomi 12, Xiaomi 12 Pro, Xiaomi 12S Ultra, Xiaomi Pad 6, dan Poco X5 5G. Xiaomi 12 dan 12 Pro diperkirakan kehilangan dukungan keamanan sejak Maret 2026, sementara Poco X5 5G sejak Februari 2026. Tablet Xiaomi Pad 6 bersama versi Pro-nya juga masuk daftar EOL.
Berikut daftar lengkap perangkat yang tidak lagi mendapat update menurut pengumuman resmi Xiaomi:
Perangkat EOL tidak akan menerima perbaikan untuk celah keamanan yang ditemukan di kemudian hari. Risiko ini serius karena aplikasi perbankan, dompet digital, atau layanan yang mengutamakan keamanan mungkin membatasi akses atau berhenti berfungsi optimal di perangkat lawas. Meski HP masih bisa dipakai untuk telepon, pesan, media sosial, dan game, data pengguna menjadi lebih rentan.
Kebijakan pembaruan Xiaomi saat perangkat-perangkat ini diluncurkan memang lebih singkat dibandingkan model terbaru yang menjanjikan hingga enam tahun patch keamanan. Misalnya, Redmi A2 dan A2+ hanya mendapat MIUI 14 hingga Desember 2025, dengan dukungan resmi berakhir pada 24 Maret 2026.
Pengguna tidak perlu panik—perangkat tetap bisa berfungsi seperti biasa. Namun, langkah paling bijak adalah mulai mempertimbangkan upgrade ke ponsel yang masih dalam masa dukungan software. Xiaomi sendiri terus meluncurkan model-model baru dengan janji update lebih panjang. Sebagai alternatif, batasi akses data sensitif di HP lama, hindari instalasi aplikasi dari sumber tidak resmi, dan pasang antivirus terpercaya.
Status EOL bukan berarti ponsel mati total, melainkan sinyal bahwa perangkat tersebut sudah mencapai akhir siklus dukungan resmi. Keputusan ada di tangan pengguna: tetap menggunakan dengan risiko yang disadari, atau beralih ke perangkat yang lebih aman untuk jangka panjang.