MALUKU — Spotify melaporkan rekor baru jumlah pelanggan premium pada kuartal kedua 2024. Layanan streaming asal Swedia ini mencatatkan 300 juta subscriber berbayar, sementara pengguna aktif bulanan (MAU) menyentuh 777 juta atau naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah kebijakan kenaikan harga langganan yang diterapkan di berbagai wilayah. Pendapatan kuartalan perusahaan mencapai €4,8 miliar (sekitar Rp 85 miliar), meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk menjaga pertumbuhan, Spotify tidak hanya mengandalkan layanan streaming musik. Perusahaan mulai memperluas jangkauan dengan menghadirkan konten kebugaran, narasi majalah, integrasi penjualan tiket konser, hingga penjualan buku fisik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Spotify memperkuat posisinya di tengah persaingan dengan Apple Music dan YouTube Music. Pengguna kini bisa mengakses lebih banyak jenis konten dalam satu aplikasi yang sama.
Dalam beberapa bulan terakhir, Spotify gencar membangun fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan meluncurkan alat untuk membuat podcast personal berdasarkan konten dari berbagai sumber. Pada Mei 2024, Spotify juga merilis fitur eksperimental mirip NotebookLM sebagai aplikasi desktop.
Fitur AI lainnya mencakup tanya jawab otomatis dan pembuatan ringkasan untuk podcast, kemitraan dengan ElevenLabs untuk alat pembuatan buku audio, serta kerja sama dengan label musik untuk memungkinkan pengguna membuat remix. Bulan lalu, Spotify meluncurkan asisten percakapan AI yang memungkinkan pengguna mengontrol konten melalui perintah suara.
Pertumbuhan pelanggan tetap berjalan meski Spotify menghadapi kritik terkait hosting musik hasil generatif AI. Untuk meredam kekhawatiran, Spotify menambahkan sistem verifikasi bagi artis dan memperkenalkan pelabelan opsional untuk musik yang dibuat dengan AI pada tahun lalu.
Namun, sistem identifikasi musik AI yang efektif masih belum ada. Laporan dari 404 Media pada bulan lalu menyebutkan pengguna mulai beralih ke layanan alternatif seperti SoullessMusic.com dan SlopTracker untuk memilah konten yang dihasilkan AI.
Bagi pengguna Spotify di Indonesia, pencapaian ini menunjukkan ekosistem layanan yang semakin matang. Penambahan fitur AI dan konten non-musik berpotensi dinikmati pengguna lokal seiring peluncuran bertahap di berbagai wilayah.
Kenaikan harga langganan yang disebutkan dalam laporan tidak merinci wilayah mana saja yang terdampak. Pengguna di Indonesia masih bisa menikmati paket Spotify Premium dengan harga lokal yang berlaku saat ini.