Pemuda ICMI Kota Tual Dukung Pra Muktamar 2026, Soroti Dua Agenda Besar untuk Maluku: Konektivitas dan Ketahanan Pangan

Penulis: Tedy Rustandi  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:51:32 WIB
Pemuda ICMI Kota Tual mendukung rangkaian Pra Muktamar ICMI VIII 2026 di Maluku.

TUAL — Pemuda ICMI Kota Tual menilai rangkaian Pra Muktamar ICMI VIII 2026 menjadi momentum strategis bagi lahirnya rekomendasi kebijakan pembangunan yang berpihak pada daerah kepulauan. Organisasi ini secara khusus menyoroti dua isu utama yang dinilai paling mendesak untuk ditangani di Maluku, yakni konektivitas antarwilayah dan penguatan sektor pangan.

Ketua Umum Pemuda ICMI Kota Tual, Fikri Tamher, mengungkapkan bahwa tahapan menuju muktamar ini menunjukkan keseriusan organisasi dalam menghadirkan gagasan inovatif. Menurutnya, hal ini sejalan dengan kebutuhan nyata masyarakat Maluku yang tersebar di berbagai pulau.

“Pra Muktamar ini menunjukkan keseriusan ICMI dalam menghadirkan gagasan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang berpihak pada percepatan pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Maluku,” ujar Fikri di Tual, Jumat.

Dua Agenda Besar yang Diangkat dalam Pra Muktamar

Rangkaian kegiatan Pra Muktamar direncanakan berlangsung di dua lokasi dengan fokus pembahasan yang berbeda. Pada Agustus 2026, diskusi akan digelar di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan tema ketahanan pangan.

Selanjutnya, pada September 2026, perhatian akan beralih ke Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual dengan tema konektivitas. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena merepresentasikan tantangan geografis yang dihadapi Maluku.

“Melalui tema besar Membangun Konektivitas, Memperkuat Ketahanan Pangan dalam Perspektif Provinsi Kepulauan, kami berharap forum ini mampu melahirkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi rujukan pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Maluku,” harapnya.

Dukungan Penuh untuk Suksesnya Muktamar di Ambon

Pemuda ICMI Kota Tual menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan, khususnya agenda yang akan berlangsung di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

Selain itu, organisasi ini juga menyambut baik kehadiran Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadirannya di Maluku dinilai sebagai bentuk perhatian serius terhadap isu-isu strategis di kawasan timur Indonesia.

Puncak acara Muktamar ICMI VIII sendiri dijadwalkan berlangsung pada 4–7 Desember 2026 di Ambon. Rencananya, acara puncak tersebut akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Fikri menambahkan, ICMI memiliki posisi strategis sebagai wadah kontribusi pemikiran dan riset untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Pihaknya optimistis seluruh rangkaian kegiatan ini akan berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Maluku.

“ICMI memiliki posisi strategis sebagai wadah para cendekiawan muslim untuk memberikan kontribusi pemikiran, riset, dan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kami optimistis Pra Muktamar ini akan memperkuat sinergi antara ICMI, pemerintah, dunia akademik, dan masyarakat dalam mewujudkan Maluku yang semakin maju, terhubung, dan berdaya saing,” pungkas Fikri.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: tualnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top