TUAL — Krisis air bersih melanda Desa Kaimear yang berada di wilayah kepulauan Kota Tual. Kekeringan yang dipicu musim kemarau membuat warga kesulitan mendapatkan air layak konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.
BWS Maluku melalui Posko Penanganan Kekeringan langsung bergerak setelah menerima laporan dari pemerintah daerah. Sebanyak 200 dus air minum kemasan didistribusikan menggunakan kapal laut untuk menjangkau Pulau-Pulau Kur.
Ratusan Warga Terdampak Kekeringan
Data BWS Maluku mencatat total warga yang terdampak mencapai 191 jiwa yang tersebar di 96 kepala keluarga. Seluruhnya membutuhkan pasokan air minum darurat sembari menunggu sumber air bersih kembali pulih.
Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, menyatakan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari tanggap darurat institusinya. Pihaknya berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
"Begitu kami menerima laporan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tual, kami segera melakukan distribusi bantuan air minum kemasan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Kaimear. Ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat BWS Maluku dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau," ujar Ruslan Malik, Sabtu (1/8).
Gelombang Tinggi Sempat Hambat Pengiriman
Proses distribusi bantuan tidak berjalan mulus. Ruslan mengungkapkan, pengiriman sempat terkendala larangan berlayar yang dikeluarkan BMKG akibat tingginya gelombang di perairan menuju Pulau-Pulau Kur.
"Memang terdapat kendala di lapangan karena adanya peringatan BMKG terkait gelombang tinggi sehingga aktivitas pelayaran sempat dibatasi. Meski demikian, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar bantuan dapat tersalurkan dengan aman kepada masyarakat," katanya.
Kendala cuaca ini membuat waktu tiba bantuan di lokasi menjadi tidak pasti. Namun, koordinasi antarinstansi terus dilakukan demi memastikan pasokan air minum sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Bantuan Tahap Awal untuk Kebutuhan Darurat
Bantuan 200 dus air minum kemasan yang disalurkan pada tahap awal ini diharapkan cukup memenuhi kebutuhan warga sementara waktu. BWS Maluku akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Ruslan menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus pada Desa Kaimear. BWS Maluku siap menyalurkan bantuan apabila terdapat daerah lain di Maluku yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
"Kami mengimbau pemerintah daerah untuk terus menyampaikan informasi apabila terdapat wilayah yang mengalami kekeringan. BWS Maluku akan terus hadir memberikan dukungan melalui Posko Penanganan Kekeringan sesuai kebutuhan di lapangan," tutup Ruslan.