Lomba Ukulele Sirimau di Ambon, Wakil Wali Kota Sebut Musik Jadi Perekat Persaudaraan dan Modal Ekonomi Warga

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:24:31 WIB
Wakil Wali Kota Ambon membuka Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau di Ambon, Senin (10/8/2026).

AMBON — Predikat Ambon sebagai City of Music yang diraih sejak 2019 disebut bukan sekadar penghargaan seremonial. Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan bahwa status tersebut adalah identitas bersama yang harus dijaga melalui kegiatan konkret seperti Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau.

Menurut Ely, musik bagi masyarakat Maluku telah mengakar menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Ia menilai alat musik ukulele mengandung nilai kebersamaan yang kuat, bukan hanya sekadar menghasilkan nada dan melodi.

“Bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan, ekspresi budaya, sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan,” ujar Ely dalam sambutannya, Senin (10/8/2026).

Bukan Sekadar Mencari Juara, Ini Ruang Tumbuhnya Karakter

Ely mengingatkan agar perhelatan ini tidak dipandang sempit sebagai ajang mencari pemenang semata. Ia mendorong agar festival menjadi medium silaturahmi yang produktif bagi generasi muda untuk mengasah karakter dan keberanian tampil di depan publik.

“Lebih dari itu, festival ini harus menjadi ruang silaturahmi dan ruang kreativitas. Seni dan budaya tidak hanya hadir sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, memperkuat persaudaraan serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi,” katanya.

Tiga Target Utama: Kreativitas, Persatuan, dan Dampak Ekonomi

Dalam kesempatan tersebut, Ely menyoroti tiga hal yang diharapkan lahir dari kegiatan ini. Pertama, penguatan potensi lokal di mana peserta didorong untuk berani berekspresi dan menghasilkan karya terbaiknya.

Kedua, penguatan kohesi sosial. Ely menegaskan bahwa perbedaan latar belakang ataupun pilihan dalam perlombaan tidak boleh menjadi penghalang persatuan warga Kota Ambon.

“Berbeda kelompok, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan dalam perlombaan, kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Ambon,” tegasnya.

Ketiga, kegiatan seni ini diharapkan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Ely berharap keramaian acara mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar lokasi untuk meraup keuntungan.

Sportivitas dan Pesan Damai dari Nada Ukulele

Ely berpesan agar seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Ia menilai kemenangan sejati tidak hanya diukur dari gelar juara, melainkan dari pengalaman dan proses belajar yang didapatkan.

“Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar dan pengalaman yang kita dapatkan bersama,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan musik sebagai medium penyebar pesan perdamaian. Menurutnya, musik mampu menjembatani perbedaan yang ada di tengah masyarakat.

“Mari kita buktikan bahwa musik bukan hanya menghibur, tetapi mampu menjembatani perbedaan, menyebarkan pesan perdamaian, menumbuhkan cinta dan mempererat persaudaraan,” ajaknya.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dorong UMKM

Di akhir sambutannya, Ely menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung jalannya acara, termasuk PT PLN dan Kementerian Hukum. Ia berharap kolaborasi antara Pemkot Ambon, instansi pemerintah, dan BUMN dapat terus diperkuat ke depan.

“Masih banyak UMKM yang membutuhkan uluran tangan dari berbagai macam instansi dan BUMN yang ada di Kota Ambon. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun,” pungkasnya.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: ambontoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top