MALUKU — GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi ditutup dengan catatan jumlah pengunjung yang meningkat. Data resmi penyelenggara menunjukkan total 496.378 orang hadir selama pameran berlangsung, mengungguli capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 485.569 orang.
Yang menarik bukan cuma jumlah pengunjungnya, melainkan perilaku mereka di dalam area pameran. Rata-rata waktu kunjungan mencapai sekitar lima jam — angka yang relatif lama untuk standar pameran otomotif. Artinya, pengunjung tidak sekadar jalan-jalan melihat mobil, tapi benar-benar meluangkan waktu untuk menjajal dan membandingkan produk.
Salah satu aktivitas yang paling banyak diminati adalah fasilitas test drive. Penyelenggara mencatat total 26.000 trip test drive selama pameran berlangsung. Ini sinyal kuat bahwa pengunjung GIIAS 2026 datang dengan niat beli yang serius, bukan sekadar mencari konten media sosial.
Angka tersebut masuk akal jika melihat jumlah peserta pameran. GIIAS 2026 diikuti lebih dari 65 merek otomotif dunia, dengan rincian 43 merek mobil penumpang, tujuh merek kendaraan niaga, 13 merek sepeda motor, dan lima perusahaan karoseri. Selain itu, lebih dari 150 merek industri pendukung turut meramaikan ajang ini.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menjelaskan faktor utama di balik lamanya waktu kunjungan pengunjung. "Kehadiran pilihan merek yang semakin banyak dan lengkap, serta 37 kendaraan baru yang diluncurkan pada GIIAS kali ini, mendorong pengunjung menghabiskan waktu lebih lama, sehingga seluruh merek memiliki kesempatan yang sama luasnya untuk disapa dan dikunjungi," ujar Anton.
Banyaknya pilihan merek dan produk anyar membuat pengunjung punya lebih banyak opsi untuk dibandingkan. Kondisi ini menguntungkan konsumen — mereka bisa melakukan riset langsung di satu lokasi, dari membandingkan fitur hingga melakukan test drive beberapa mobil dalam satu hari.
Meski tren pengunjung naik, penting untuk membaca angka ini dengan hati-hati. Jumlah pengunjung 496.378 orang adalah indikator antusiasme pasar, tapi belum tentu berbanding lurus dengan angka penjualan riil. Data test drive 26.000 trip memang menunjukkan minat beli yang tinggi, namun keputusan pembelian tetap bergantung pada banyak faktor lain seperti skema pembiayaan, harga jual kembali, dan kondisi ekonomi nasional.
Bagi calon pembeli yang belum sempat hadir, data ini setidaknya memberi gambaran bahwa persaingan di pasar otomotif Indonesia makin ketat. Dengan 43 merek mobil penumpang yang berlomba menawarkan produk terbaiknya, posisi tawar konsumen di tahun ini cukup kuat — baik dari sisi harga maupun fitur.