MALUKU — TANGERANG, KOMPAS.com – Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang pekan ini memunculkan perilaku konsumen yang menarik untuk dicermati. Alih-alih langsung mencoba kendaraan di area test drive, mayoritas pengunjung yang hadir justru memilih fokus pada observasi visual, perbandingan spesifikasi, dan perburuan promo.
Fenomena ini terlihat dari pantauan di lokasi pameran, Sabtu (1/8/2026). Padahal, area test drive selalu diposisikan sebagai daya tarik utama untuk memberikan pengalaman berkendara langsung kepada calon pembeli.
Pola Pengunjung: Lebih Dulu Menyaring, Baru Menguji
Naufal, pengunjung asal Jakarta Selatan, datang dengan misi spesifik: mencari mobil hybrid atau bensin dari merek premium hingga pabrikan China. Namun, ia mengaku belum tertarik untuk melakukan test drive.
"Kalau saya tidak begitu tertarik test drive, yang penting lihat fitur dan spesifikasinya saja," ujar Naufal kepada Kompas.com.
Pernyataan serupa disampaikan Dani dari Cikarang. Tujuan utamanya adalah membandingkan beberapa pilihan mobil keluarga. Baginya, test drive baru akan dilakukan jika sudah menemukan model yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
"Ke GIIAS memang mau lihat-lihat dan komparasi mobil keluarga, kalau sudah ada yang cocok baru mau (test drive)," kata Dani.
Studi Kasus BYD Atto 3: Test Drive Sudah Dilakukan di Luar Pameran
Pola ini juga terlihat pada Feby asal Serpong. Ia datang ke GIIAS dengan target jelas: melihat lebih dekat BYD Atto 3. Namun, keputusan untuk mencoba mobil listrik tersebut sudah diambilnya lebih awal saat berada di Bandung.
"Ke GIIAS penasaran lihat BYD Atto 3, karena sudah coba test drive juga di Bandung. Rencananya mau cari diskonan saja ke sini," ungkap Feby.
Data dari lapangan ini menunjukkan bahwa GIIAS kini berfungsi ganda: sebagai tempat validasi awal bagi yang belum menentukan pilihan, sekaligus tempat transaksi bagi yang sudah melakukan uji kendara sebelumnya.
Pengaruh Eksplorasi: Dari Peugeot Berpaling ke Mazda
Tidak semua pengunjung datang dengan daftar pasti. Anggi dan Kamil asal Bekasi mengaku awalnya ingin mencoba beberapa mobil yang dipamerkan, namun memilih berkeliling lebih dulu sebelum memutuskan.
Kamil bahkan mengaku terjadi pergeseran minat setelah melihat langsung jajaran produk di pameran. "Kesini sebetulnya menanti Peugeot, tapi pas lihat modelnya Mazda semua bikin terpukau," ujar Kamil.
Perubahan preferensi di lokasi ini menjadi catatan menarik bagi pabrikan. Kehadiran fisik mobil di pameran ternyata mampu mengubah persepsi dan minat beli pengunjung secara signifikan, bahkan sebelum mereka melakukan test drive.
Yang Perlu Diperhatikan Pabrikan dan Calon Pembeli
Dari pola yang terlihat, ada beberapa catatan yang bisa diambil. Bagi pabrikan, pameran bukan hanya ajang test drive, melainkan etalase besar yang harus mampu memenangkan persepsi visual pertama. Kesan desain, kualitas material kabin, dan kelengkapan fitur menjadi senjata utama untuk mengubah pengunjung menjadi calon pembeli.
Bagi calon pembeli, keputusan menunda test drive di pameran bukan tanpa risiko. Data visual dan spesifikasi di brosur memang penting, tetapi karakter berkendara—kualitas suspensi, respons setir, dan kenyamanan kabin—hanya bisa dirasakan saat mobil benar-benar melaju. Jika promo di pameran menggoda untuk langsung membayar, pastikan sudah pernah mencoba unit tersebut di dealer atau memanfaatkan layanan test drive di luar event.
GIIAS 2026 masih berlangsung hingga pekan depan. Bagi yang berniat membeli, ada baiknya memanfaatkan waktu ini untuk menjadwalkan test drive terpisah di diler resmi sebelum menandatangani kontrak pembelian.