MALUKU — Presiden Prabowo menilai keberanian mengambil risiko merupakan fondasi penting dalam membangun industri nasional, termasuk sektor kendaraan listrik yang masih berkembang di Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya pada peluncuran MoLiNas, sebuah inisiatif yang diharapkan menjadi tonggak penguatan ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.
"Saya kira ini yang kita hargai. Jadi saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang telah ambil suatu keberanian. Inisiatif itu keberanian karena inisiatif mengandung risiko," ucap Prabowo dalam keterangan resminya, Senin (10/2).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyoroti pencapaian PT Indika Energy Tbk yang berhasil memproduksi 20 ribu unit motor listrik melalui fasilitas produksi Alva. Prestasi ini dinilai sebagai bukti nyata kapasitas industri dalam negeri dalam mengadopsi teknologi baru.
Prabowo bahkan memberikan tantangan langsung kepada manajemen Indika. Ia menegaskan kesediaannya untuk kembali hadir jika target produksi yang jauh lebih besar berhasil dicapai.
"Hari ini saya tandatangani karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, dua juta saya datang lagi," ujarnya.
Setibanya di lokasi, Kepala Negara terlebih dahulu meninjau proses produksi motor listrik di fasilitas Alva. Setelah itu, Presiden menyaksikan stan ekspo yang menampilkan ekosistem kendaraan listrik, mulai dari komponen hingga teknologi pendukungnya.
Peluncuran MoLiNas di Kabupaten Bekasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah mendorong penguasaan teknologi dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. Pemerintah menargetkan industri nasional mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih besar, tidak hanya sekadar perakitan.
Prabowo optimistis perkembangan industri motor listrik akan berlangsung semakin cepat. "Kita bangga hari ini dan kita akan melihat perkembangan dalam waktu yang akan datang akan lebih cepat lagi," lanjutnya.
Kehadiran MoLiNas diharapkan memperkuat peran industri nasional dalam rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia. Pengembangan ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang utuh, dari hulu hingga hilir.