MALUKU TENGAH — Pesisir Pantai Naira di Negeri Aboru berubah menjadi lautan merah putih pada Senin (17/8/2026). Ribuan warga bahu-membahu memegang kain bendera sepanjang 500 meter, membentangkannya di sepanjang bibir pantai sebagai simbol persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan yang pertama kali digelar di daerah ini ini dipimpin langsung oleh Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto. Ia hadir bersama para stakeholder dan masyarakat Aboru yang sejak awal menyambut antusias agenda kebangsaan tersebut.
Momen ini bukan sekadar perayaan ulang tahun Republik. Bagi warga Aboru, peristiwa ini menjadi penegasan identitas di tengah sejarah panjang konflik dan isu separatisme yang pernah melanda Maluku.
Dengan membentangkan bendera pusaka di Pantai Naira, Aboru menunjukkan bahwa yang berkibar di tanah mereka adalah Merah Putih perjuangan para pahlawan, bukan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) atau simbol Benang Raja lainnya.
Sejak pagi, warga dari berbagai lapisan usia tampak berkumpul di tepi pantai. Mereka bersama-sama memegang tepi kain bendera, berjalan menyusuri garis pantai sambil menjaga agar kain tetap terbentang sempurna.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan masih hidup di tengah masyarakat Maluku Tengah. Kehadiran Pangdam XV/Pattimura bersama rakyat di Aboru juga memperkuat sinergi antara TNI dan warga sipil dalam menjaga keutuhan bangsa.