AMBON — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk membuka seleksi Paskibraka seluas-luasnya bagi pelajar di 11 kabupaten/kota. Hal ini menyusul suksesnya dua putra-putri daerah yang baru saja pulang dari pendidikan dan pelatihan selama 40 hari di Jakarta.
Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku, Daniel E. Indey, menyebut pengalaman yang diperoleh Cinzia dan Louise selama di ibu kota bukan sekadar seremoni kenegaraan. Ia menilai pembinaan tersebut menjadi bekal nyata dalam membentuk kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan.
“Kami berharap dengan bekal pelajaran dan pelatihan yang mereka ikuti selama kurang lebih 40 hari di Jakarta, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mereka ke depan. Kami juga berharap mereka dapat memotivasi adik-adiknya, terutama siswa kelas 10, untuk mengikuti seleksi Paskibraka pada tahun 2027 mendatang,” ujar Indey di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).
Indey menegaskan bahwa kesempatan mengikuti seleksi Paskibraka tidak hanya diperuntukkan bagi siswa di Kota Ambon. Ia secara khusus mendorong partisipasi dari berbagai jenjang pendidikan menengah atas di seluruh wilayah Maluku.
“Bukan hanya dari SMA Siwalima maupun SMA Negeri 2 Ambon. Kami berharap adik-adik dari SMA negeri lainnya, SMK, maupun Madrasah Aliyah yang ada di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku dapat turut berpartisipasi sebagai Paskibraka pada tahun 2027,” katanya.
Menurut Indey, keikutsertaan dalam Paskibraka merupakan ruang strategis pembentukan karakter generasi muda. Ia menambahkan bahwa proses seleksi yang ketat menjadi ajang pembuktian kemampuan bagi pelajar Maluku untuk berkontribusi bagi bangsa.
“Kami ingin adik-adik memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa, negara, dan khususnya Provinsi Maluku,” tegasnya.
Dukungan terhadap kedua pelajar tersebut datang langsung dari Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Saat pelepasan pada 14 Juli 2026 lalu, gubernur secara khusus menyampaikan harapan agar keduanya menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Bapak Gubernur sangat menaruh harapan agar kedua adik kita ini dapat memberikan yang terbaik untuk Provinsi Maluku, pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga. Mereka adalah utusan Pemerintah Provinsi Maluku, sehingga kami berharap mereka dapat mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional,” ungkap Indey.
Kembalinya Cinzia dan Louise ke sekolah masing-masing diharapkan menjadi titik awal penularan nilai-nilai disiplin dan nasionalisme kepada lingkungan sekitarnya. Pemerintah Provinsi Maluku mengajak seluruh pelajar memanfaatkan momen seleksi tahun depan sebagai wadah mengukir prestasi di tingkat nasional.