BANDA NAIRA — Tiga desa di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, kini memiliki tim khusus yang bertugas menyampaikan informasi cuaca dan iklim dari BMKG kepada nelayan dan petani. Tim ini dibentuk setelah Yayasan SAHARI menggelar pelatihan intensif di Banda Naira pada 25 hingga 26 Agustus 2026.
Pelatihan melibatkan masing-masing tujuh delegasi dari Desa Pulau Ay, Selamon, dan Lautang. Mereka bukan hanya perangkat desa formal, melainkan juga tokoh masyarakat yang menguasai ilmu astronomi tradisional lokal Maluku, Nanaku.
Di akhir pelatihan, tiga kepala desa menandatangani nota kesepakatan dengan pihak BMKG. Kesepakatan ini memastikan pasokan data Sistem Informasi Cuaca dan Iklim (SICI) berlangsung berkelanjutan.
"BMKG menyediakan data SICI, peran Yayasan SAHARI sebagai fasilitator untuk menghubungkan pemerintah desa dan BMKG. Untuk itu, saya berharap tim pokja ini tetap bekerja untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat desa," ujar Direktur Eksekutif Yayasan SAHARI, Petrus Wairissal.
Kesepakatan itu turut disaksikan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Kamari, serta Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Carisz Kainama.
Pelatihan menghadirkan pemateri dari Stasiun Meteorologi Kelas II Ambon, Merson Panggua, dan staf Stasiun Meteorologi Kelas III Banda Naira, Fadhil. Para peserta diajari membaca data SICI, mengisi matriks SOP, hingga melakukan simulasi distribusi informasi.
Petrus menegaskan sinergi antara data ilmiah dan kearifan lokal menjadi fondasi ketangguhan masyarakat pesisir. Menurutnya, Kepulauan Banda dipilih karena termasuk wilayah yang sangat terdampak perubahan iklim.
"Mengapa Yayasan SAHARI memilih Kepulauan Banda sebagai wilayah pendampingan karena wilayah ini salah satu wilayah yang sangat terdampak perubahan iklim," kata Piet, sapaan karib Petrus.
Setiap desa membentuk tim pokja beranggotakan tiga orang. Mereka bertugas mendistribusikan SICI kepada nelayan dan petani melalui pengeras masjid, grup WhatsApp, dan marinyo — media informasi tradisional khas Maluku.
"Nah, dalam kegiatan ini diperkuat lagi mengenai pengisian matriks SOP, pengembangan SICI dan pola distribusi data SICI supaya informasinya benar-benar tersampaikan ke nelayan dan petani," jelas Piet.
Kegiatan serupa akan menyusul di Desa Tonu Jaya, Soleh, dan Pulau Kelang di Seram Bagian Barat, serta Desa Liang, Waai, dan Tial di Pulau Ambon, Maluku Tengah. Sebelumnya, Yayasan SAHARI telah menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Plus dan Sekolah Lapang Iklim Pertanian di desa-desa dampingannya.
Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Kamari, menyatakan BMKG siap mendukung masyarakat pulau kecil meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Banda Naira, Carisz, mendorong kepala desa bergabung dalam grup WhatsApp BMKG agar informasi cuaca dan gempa bumi bisa diteruskan ke warga.