TUAL — Suasana tak biasa terjadi di halaman belakang kantor Wakil Wali Kota Tual, Senin siang. Kapolres Tual, Whansi Des Asmoro, memilih bungkam di hadapan wartawan usai mengikuti pertemuan membahas langkah konkret penanganan konflik di Fidatan.
Pantauan di lokasi, Kapolres langsung bergegas menuju mobil dinas saat awak media mencoba melakukan wawancara cegat atau doorstop. Ia hanya melontarkan kalimat singkat sambil menunjuk Kabag Ops Polres Tual, Arif Jaya.
“Ke dia saja,” ujar Kapolres sebelum meninggalkan lokasi.
Janji Keterangan Resmi dari Kabag Ops
Arif Jaya yang ditunjuk langsung oleh Kapolres pun tak banyak bicara. Ia hanya berjanji akan mengagendakan pertemuan khusus dengan wartawan untuk memberikan penjelasan resmi.
“Nanti dihubungi ya, pasti nanti dikumpulkan teman-teman yang lain,” katanya sembari meminta maaf dan meninggalkan para wartawan.
Pemkot Tual Minta Hukum Jadi Panglima
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, memberikan sedikit bocoran isi rapat. Ia menyebut pertemuan itu dihadiri perwakilan Polda Maluku dan Dansat Brimob untuk meminta masukan dari pemerintah kota.
“Dari tim Polda Maluku meminta pandangan dari Pemkot Tual terkait langkah-langkah penanganan konflik di Fidatan,” ujar Amir Rumra.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tual telah menyampaikan sikap tegas. Penegakan hukum harus menjadi panglima dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Tual mengenai hasil rapat dan langkah-langkah yang akan diambil ke depan. Awak media masih menunggu realisasi janji Kabag Ops untuk menggelar pertemuan.