Pencarian

IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Pilih Wait and See di Tengah Sentimen Global-Domestik

Selasa, 30 Juni 2026 • 12:37:02 WIB
IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Pilih Wait and See di Tengah Sentimen Global-Domestik
IHSG dibuka melemah 0,33 persen di posisi 5.801,45 pada Selasa pagi.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 19,34 poin atau 0,33 persen ke posisi 5.801,45 pada Selasa pagi. Pelemahan ini terjadi karena pelaku pasar masih bersikap wait and see, menimbang sentimen positif dari global dan domestik yang belum cukup kuat mendorong aksi beli.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut tertekan, turun 4,02 poin atau 0,70 persen ke posisi 568,99.

Level Support dan Resistance Jadi Acuan Pergerakan IHSG Selanjutnya

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya, Selasa (30/6), mengatakan jika rebound terjadi, IHSG berpotensi menguji resistance di kisaran 5.996 hingga 6.013. Jika berhasil menembus area tersebut, penguatan bisa berlanjut menuju 6.097 hingga 6.221-6.287.

Sebaliknya, jika support di level 5.722 gagal dipertahankan, risiko koreksi lebih dalam terbuka. "Apabila support 5.722 gagal dipertahankan, risiko koreksi yang lebih dalam menuju 5.677 hingga 5.594 masih terbuka," ujar Liza.

Dua Sentimen Global Jadi Penekan: Data AS dan Ketegangan Iran

Dari mancanegara, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (1/7). Data tersebut akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, data Deutsche Bank menunjukkan ETF dan reksa dana berbasis teknologi mengalami outflow sebesar 9,3 miliar dolar AS pekan lalu, menandakan investor masih melakukan diversifikasi ke sektor lain.

Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran juga kembali menjadi perhatian setelah serangan di Selat Hormuz. Namun, kekhawatiran sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran mengajukan pertemuan diplomatik di Doha, Qatar, meski pemerintah Iran membantah adanya agenda negosiasi tersebut.

"Kondisi ini membuat premi risiko geopolitik kembali meningkat namun belum memicu kepanikan di pasar keuangan global," kata Liza.

Kebijakan Domestik: Rp110 Triliun Dikembalikan ke Himbara, BI Rate Naik 100 Bps

Dari dalam negeri, pemerintah terus memperkuat fundamental ekonomi. Kementerian Keuangan memutuskan mengembalikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp110 triliun yang sebelumnya ditarik dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Total penempatan dana pemerintah di perbankan tetap Rp281 triliun dan diperpanjang hingga akhir Desember 2026.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan Rp100 triliun sebagai dana siaga (standby facility) untuk menjaga likuiditas perbankan di tengah permintaan kredit yang tumbuh 11,5 persen (YoY) hingga Mei 2026.

Di sisi moneter, kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 100 bps sepanjang 2026 mulai menunjukkan hasil. Hingga 26 Juni 2026, aliran dana asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai sekitar 9 miliar dolar AS.

Menurut Liza, kombinasi masuknya arus modal asing, penguatan likuiditas perbankan, serta dukungan pemerintah terhadap investasi dan ekspor berpotensi menjadi sentimen positif bagi stabilitas rupiah, pasar obligasi, dan sektor perbankan.

Bursa Global dan Regional: Wall Street Menguat, Asia Variatif

Pada perdagangan Senin (29/6), bursa Eropa bergerak variatif. Euro Stoxx 50 menguat 0,04 persen, sementara FTSE 100 Inggris melemah 0,21 persen, DAX Jerman melemah 0,20 persen, dan CAC 40 Prancis melemah 0,20 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street kompak menguat. Dow Jones Industrial Average naik 0,59 persen, S&P 500 menguat 1,17 persen, dan Nasdaq Composite melesat 2,07 persen.

Di Asia pagi ini, Nikkei menguat 0,54 persen ke 69.885,00, sedangkan Shanghai melemah 0,33 persen ke 4.060,48, Hang Seng melemah 1,39 persen ke 22.757,00, dan Strait Times melemah 0,40 persen ke 5.187,90.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks