AMBON — Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menyatakan layanan Biosolar yang dibuka sejak pukul 05.00 pagi memberi pengguna kesempatan mengisi bahan bakar sebelum jam sibuk. Menurut dia, pengaturan jam layanan lebih awal juga bertujuan meningkatkan ketertiban di area SPBU.
"Layanan Biosolar di Kota Ambon dibuka mulai jam 5 pagi agar para pengguna Biosolar dapat mengisi lebih awal sebelum jam sibuk pada pagi hari. Jam layanan lebih awal ini diharapkan juga dapat meningkatkan ketertiban dan mengurangi kepadatan di area SPBU pada jam sibuk sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," jelas Bramantyo.
Suplai dari Integrated Terminal Wayame Dijaga Ketat
Selain mempercepat jam layanan, Pertamina Patra Niaga memastikan perencanaan suplai Biosolar ke SPBU berjalan rapi. Proses bongkar muat yang tepat waktu diharapkan menekan penumpukan kendaraan di SPBU.
"Stok kami terus jaga, penyaluranpun saat ini dilakukan sesuai aturan penugasan yang diberikan kepada Pertamina, ini adalah bentuk transparansi penyaluran BBM bersubsidi. Kami akan terus prioritaskan pasokan suplai dari Integrated Terminal Wayame ke SPBU-SPBU agar layanan yang dimulai lebih awal pada pagi hari dapat berjalan maksimal," tukasnya.
Kapolda Maluku Sebut Antrean Didominasi Kendaraan Logistik
Sebelumnya, pada 14 September lalu digelar rapat koordinasi soal keandalan pasokan dan ketersediaan BBM. Rapat itu dipimpin Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto, bersama Pemerintah Provinsi, TNI, dan Pertamina.
Dadang menegaskan antrean yang muncul di sejumlah SPBU Maluku didominasi kendaraan logistik. Ia menyebut ada pengaturan khusus di lapangan, termasuk mengantisipasi potensi tindak pidana penyalahgunaan BBM.
"Kita melihat fenomena adanya antrean di sejumlah SPBU. Namun, untuk wilayah Maluku, saya tegaskan bahwa antrean tersebut khusus kendaraan-kendaraan logistik. Memang ada pengaturan di situ. Terdapat sejumlah hal juga yang perlu diantisipasi, terutama dari aspek hukum, salah satunya terkait tindak pidana penyalahgunaan BBM," kata Dadang usai rakor, Senin (14/9).
Tim Gabungan Diterjunkan Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi
Polda Maluku menurunkan tim gabungan bersama Pemda, TNI, dan Pertamina untuk memantau penyaluran BBM bersubsidi di lapangan. Kapolda mengimbau warga membeli BBM sesuai kebutuhan dan tertib saat mengantre.
"Masyarakat kami imbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, tetap tertib saat mengantre, dan kami ingatkan jangan coba-coba melakukan kecurangan," pungkas Kapolda Maluku.
Pertamina Patra Niaga menyatakan mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku dalam pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Ambon, Aria Aditya, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap 6 SPBU di Kota Ambon hingga September 2026.
"Pertamina Patra Niaga sendiri telah melakukan pembinaan kepada 6 SPBU di Kota Ambon hingga September 2026 yang terbukti menyalurkan BBM subsidi tidak sesuai aturan. Ini adalah bagian langkah kami untuk menjaga penyaluran BBM bersubsidi yang lebih baik," tutup Aria.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk dan layanan dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.