LANGGUR — Sebanyak 50 hari berada di lapangan, mahasiswa KKN-PPM UGM tak sekadar melakukan identifikasi potensi wisata. Mereka langsung menyusun skema pemberdayaan yang menyasar langsung ekonomi warga di dua kecamatan di Maluku Tenggara.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Prof. Ir. Leni Sophia Helian, mengatakan penguatan sektor pariwisata menjadi program utama klaster humaniora. Mahasiswa dari Program Studi Pariwisata, Hukum, Manajemen dan Bisnis, serta Ilmu Komunikasi dilibatkan secara kolaboratif.
Potensi Asli di Kei Kecil yang Belum Tersentuh
Hasil identifikasi awal menunjukkan kawasan KKTS dan KKB memiliki potensi wisata yang masih sangat alami. Kondisi ini dinilai sebagai modal penting untuk mengembangkan destinasi yang tetap mempertahankan keunikan budaya dan lingkungan setempat.
“Kami melihat potensi di sana masih sangat original, namun demikian kami melihat potensinya sangat besar sehingga perlu kami bantu bagaimana mengembangkannya,” kata Leni, Selasa (30/6/2026).
Pelatihan Homestay untuk Perpanjang Kunjungan Wisatawan
Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah pelatihan bagi masyarakat untuk mengembangkan rumah tinggal menjadi homestay yang layak. Kehadiran homestay diharapkan dapat memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Kami berencana memberikan pelatihan bagaimana kemudian ada beberapa rumah yang menjadi homestay sehingga siapapun yang datang ke sana bisa mengalokasikan waktu lebih lama tinggal di KKTS,” ujarnya.
Letak geografis KKTS yang berada di wilayah selatan Maluku Tenggara menjadi tantangan tersendiri. Mahasiswa KKN UGM juga akan mengkaji kebutuhan sarana pendukung yang dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke kawasan tersebut.
Dampak Ekonomi Berkelanjutan bagi Warga Lokal
Leni menambahkan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya aktivitas wisata, masyarakat dapat memperoleh tambahan pendapatan dari berbagai sektor usaha yang mendukung kegiatan pariwisata.
“Harapannya nanti lebih berdampak kepada perekonomian masyarakat di Kei Kecil Timur Selatan,” katanya.