AMBON — Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat harga beras kualitas super I di pasar tradisional Maluku bertahan di level Rp18.950 per kilogram pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Angka itu tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya maupun sepekan lalu, yang juga berada di posisi yang sama.
Kestabilan harga beras premium ini terjadi di tengah tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan lain. Dalam pantauan PIHPS via dashboard resmi Bank Indonesia, sebanyak 20 komoditas sembako di Maluku mencatatkan kenaikan harga secara bulanan, sementara sembilan komoditas lainnya justru turun.
Cabai Rawit Hijau dan Bawang Putih Pimpin Kenaikan
Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit hijau yang melonjak 13,33 persen dibandingkan 30 hari lalu, menjadi Rp42.500 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang juga naik tajam 17,65 persen ke level Rp50.000 per kilogram. Disusul cabai merah besar yang naik 12,5 persen menjadi Rp45.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga telur ayam ras segar justru turun 5,59 persen secara bulanan menjadi Rp33.800 per kilogram. Daging ayam ras segar juga melemah 1,16 persen ke posisi Rp46.900 per kilogram. Penurunan harga ini menjadi angin segar bagi konsumen di tengah tekanan kenaikan harga bumbu dapur.
Beras Medium dan Bawah Ikut Turun
Selain beras super I yang stabil, beberapa jenis beras lain justru mengalami penurunan harga. Beras kualitas medium I turun 1,13 persen menjadi Rp17.500 per kilogram, sementara beras kualitas medium II turun 0,89 persen ke Rp16.750 per kilogram. Beras kualitas bawah I juga melemah 0,32 persen menjadi Rp15.700 per kilogram.
Beras kualitas super II justru naik 1,85 persen menjadi Rp19.250 per kilogram. Beras kualitas bawah II tercatat naik tipis 0,38 persen ke Rp13.300 per kilogram. Data ini menunjukkan pergerakan harga beras di Maluku masih bervariasi antar segmen kualitas.
Daging Sapi dan Minyak Goreng Ikut Tertekan
Harga daging sapi kualitas 1 dan 2 di pasar tradisional Maluku tercatat sama, yakni Rp150.000 per kilogram, naik 1,69 persen dalam sebulan. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerk 1 naik 5,53 persen menjadi Rp25.750 per kilogram, dan minyak goreng curah naik 3,29 persen ke Rp25.150 per kilogram.
Secara historis, harga beras kualitas super I di Maluku sempat mencatat kenaikan tertinggi 14,1 persen pada Oktober 2017 dan penurunan terdalam 11,7 persen pada periode yang sama. Dalam setahun terakhir (Juli 2025-Juli 2026), harga komoditas ini relatif bergerak datar.
Data PIHPS bersumber dari dashboard resmi Bank Indonesia di bi.go.id/hargapangan dan diperbarui setiap hari kerja. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau pergerakan harga untuk mengantisipasi lonjakan inflasi di wilayah kepulauan.