AMBON — Pemerintah Provinsi Maluku resmi mengukuhkan kepengurusan baru Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) untuk masa bakti 2026–2030. Momen ini dijadikan pijakan untuk merombak sistem pembinaan atlet di daerah, yang selama ini dinilai belum maksimal dalam melahirkan pebulu tangkis kelas nasional.
Sekda Maluku Sadali Ie, Senin di Ambon, menitipkan tiga pesan strategis kepada pengurus yang baru dilantik. Prioritas utama adalah pembinaan atlet usia dini secara berjenjang, baik melalui sekolah maupun klub-klub di seluruh kabupaten dan kota.
Kompetisi Berjenjang Jadi Kunci Peningkatan Jam Terbang
Pesan kedua yang ditekankan Sadali adalah perlunya memperbanyak turnamen. Menurutnya, kompetisi yang terstruktur tidak hanya menjadi ajang seleksi bibit potensial, tetapi juga meningkatkan jam terbang atlet muda sebelum tampil di PON.
"Pembinaan atlet usia dini dilakukan melalui peningkatan kompetisi, dan penguatan organisasi merupakan langkah untuk melahirkan atlet tenis meja yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional, termasuk menghadapi PON 2028," kata Sadali.
Tata Kelola Profesional untuk Pembinaan Berkelanjutan
Poin ketiga yang disorot adalah penguatan soliditas organisasi. Sadali meminta kepengurusan baru yang dipimpin Hong Arta John Alfred menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Hal ini dinilai krusial agar program pembinaan tidak berhenti di tengah jalan.
"Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah awal dari sebuah perjuangan dan komitmen bersama untuk mencetak prestasi gemilang di bidang olahraga," ujarnya.
Dukungan Pemprov: Sarana dan Kolaborasi Lintas Lembaga
Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen mendukung pengembangan olahraga tenis meja melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Sadali juga mendorong kolaborasi erat antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pengurus cabang olahraga agar pembinaan berjalan berkesinambungan.
Selain mencetak atlet berprestasi, cabang olahraga tenis meja dinilai mampu membentuk karakter positif atlet muda. Sadali menyebut olahraga ini melatih konsentrasi, kecepatan berpikir, sportivitas, dan semangat kerja sama, bukan sekadar kebugaran fisik.