MALUKU — Langkah ini menandai perubahan strategi besar bagi perusahaan asal London yang didirikan Carl Pei pada 2020. Sebelumnya, Nothing identik dengan smartphone bergaya transparan yang menantang dominasi pasar. Kini, sumber internal yang dikutip Smartprix menyebutkan bahwa sang CEO mendukung penuh pergeseran ini dan percaya bahwa fokus pada AI akan mendorong pertumbuhan merek.
Bocoran Perangkat: Desain Konsisten, Fokus AI
Gambar bocor yang beredar memperlihatkan keempat perangkat anyar tersebut. Seluruhnya mengusung bahasa desain khas Nothing yang tembus pandang, serupa dengan lini ponsel dan produk audio mereka sebelumnya.
Yang menarik, satu gambar tambahan memperlihatkan perangkat misterius lain. Bentuknya diduga kuat sebagai tracker atau wearable baru. Dengan arah perusahaan yang kini berorientasi AI, wajar jika semua produk ini dibekali fitur kecerdasan buatan yang lebih mendalam dibanding generasi awal.
Restrukturisasi Internal: Kantor Ditutup, Karyawan Direorganisasi
Kabar ini menyusul pengumuman resmi Nothing mengenai penutupan sejumlah kantor pusat regional. Operasional perusahaan akan dialihkan ke struktur yang lebih ramping. Proses ini juga diiringi perampingan karyawan atau yang mereka sebut sebagai "reorganisasi".
Meski sempat ada laporan bahwa Nothing menutup seluruh operasi global, fakta di lapangan menunjukkan perusahaan justru memilih untuk menarik diri dari persaingan ketat pasar smartphone. Sumber yang sama menegaskan Nothing tidak akan berhenti memproduksi perangkat keras dan beralih total menjadi perusahaan model AI.
Essential OS: Fondasi AI yang Sudah Diumumkan
Pergeseran ini sebenarnya sudah terendus sejak akhir 2025. Nothing memperkenalkan sistem operasi bernama "Essential" yang dibangun khusus untuk AI. Berbeda dengan Nothing OS yang merupakan modifikasi dari Android, Essential dirancang untuk membuat aplikasi kustom bagi setiap pengguna secara otomatis.
OS tersebut dijadwalkan rilis pada 2027. Belum jelas apakah rencana itu masih berjalan atau justru menjadi alasan pengurangan jumlah lini smartphone. Opsi lain, Nothing mungkin hanya menyisakan satu hingga dua model ponsel saja dalam portofolio mereka ke depan.
Jadwal Rilis dan Target Pasar
Keempat produk anyar—Nothing Smartwatch, CMF Ear Clip Buds, Nothing Headphones (Gen 2), dan CMF Speakers—dikabarkan akan diluncurkan dalam dua bulan ke depan. Bagi pengguna Indonesia yang selama ini setia menunggu produk Nothing, keputusan perusahaan untuk mendiversifikasi lini produk justru bisa menjadi kabar baik.
Alih-alih hanya bergantung pada ponsel, ekosistem perangkat AI yang lebih luas berpotensi menghadirkan integrasi yang lebih mulus. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai ketersediaan produk-produk ini di pasar Tanah Air.
Keputusan Nothing untuk menjauh dari smartphone adalah pertaruhan besar. Di satu sisi, pasar AI wearable sedang tumbuh pesat. Di sisi lain, mereka harus bersaing dengan raksasa seperti Apple dan Samsung yang juga gencar mengembangkan perangkat AI. Yang jelas, langkah Carl Pei kali ini akan menentukan apakah Nothing bisa bertahan sebagai pemain niche atau justru tersingkir dari persaingan.