AMBON — Regenerasi kepemimpinan Partai Golkar di Seram Bagian Timur (SBT) akhirnya bergerak lagi. Musda V yang buntu akibat perdebatan tata tertib pada April lalu dipindahkan ke Ambon, tepatnya di Sekretariat DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Kawasan Karang Panjang.
Pantauan di lokasi, tiga kandidat calon ketua—Agil Rumakat, Husein Kelilauw, dan Ismail Rumbalifar—hadir bersama pendukung masing-masing. Agenda yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIT itu, namun, belum langsung berjalan mulus.
Skors Satu Jam: Kuorum Belum Terpenuhi
Pimpinan sidang, Masjam Sangadji, menskors jalannya musyawarah selama satu jam. Penyebabnya, jumlah peserta yang hadir belum memenuhi batas kuorum yang disyaratkan.
Penundaan ini menjadi insiden kedua dalam proses Musda V. Sebelumnya, forum gagal dilanjutkan di SBT karena perbedaan pandangan soal tata tertib persidangan—terutama keabsahan peserta pemegang hak suara dan mekanisme pelaksanaan sidang.
Mengapa Musda Dipindah ke Ambon?
Kebuntuan di SBT membuat DPD Partai Golkar Provinsi Maluku mengambil alih pelaksanaan. Langkah ini diambil untuk memastikan proses organisasi berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Perpindahan lokasi ke Ambon menjadi jalan tengah untuk meredakan ketegangan antar kubu. Dengan demikian, seluruh kandidat dan pemegang hak suara diharapkan hadir tanpa tekanan dan perdebatan seperti sebelumnya.
Tiga Nama, Satu Kursi Ketua DPD II
Ketiga kandidat sama-sama memiliki basis dukungan kuat di Seram Bagian Timur. Agil Rumakat, Husein Kelilauw, dan Ismail Rumbalifar akan bersaing ketat untuk memimpin partai berlambang pohon beringin di kabupaten penghasil pala dan cengkeh tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, proses sidang masih berlangsung di Ambon. Hasil akhir Musda V akan menentukan arah politik Golkar SBT menjelang kontestasi Pilkada dan Pileg berikutnya.