Pencarian

IHSG Ditutup Menguat ke 6.338 Imbas Meredanya Ketegangan AS-Iran, Analis Sebut Peluang Uji Level 6.500 Terbuka

Rabu, 05 Agustus 2026 • 11:56:01 WIB
IHSG Ditutup Menguat ke 6.338 Imbas Meredanya Ketegangan AS-Iran, Analis Sebut Peluang Uji Level 6.500 Terbuka
IHSG ditutup menguat ke level 6.338,59 pada perdagangan Rabu (05/08) seiring meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran.

JAKARTA — IHSG dibuka menguat 18,98 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.338,59. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga naik 1,25 poin atau 0,20 persen ke level 636,46, menandakan optimisme mulai merambah ke saham-saham berkapitalisasi besar.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebut penguatan ini berpotensi berlanjut selama indeks bertahan di atas area support kritisnya. "Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.246-6.211, berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 6.377, kemudian 6.450, hingga 6.500," ujarnya dalam kajian di Jakarta, Rabu.

Sentimen Global: Diplomasi AS-Iran dan Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Katalis utama penguatan berasal dari membaiknya situasi geopolitik di Timur Tengah. Optimisme muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan peluang tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin besar. Qatar juga mengonfirmasi bahwa negosiasi masih berlangsung dengan fokus pada meredakan konflik dan memulihkan jalur pelayaran strategis tersebut.

"Harapan ini mendorong penurunan harga minyak dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko," jelas Liza. Kondisi ini menjadi angin segar bagi pasar negara berkembang seperti Indonesia yang sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas dan stabilitas global.

Kebijakan Tarif Polysilicon AS dan Dampaknya ke Rantai Pasok Global

Dari mancanegara, pelaku pasar juga mencermati rencana pemerintah AS yang tengah menyiapkan kebijakan harga minimum (price floor) dan tarif impor untuk polysilicon serta produk turunannya. Kebijakan yang diperkirakan diumumkan akhir Agustus 2026 setelah investigasi Section 232 Trade Expansion Act selesai ini bertujuan mengurangi dominasi China dalam rantai pasok semikonduktor dan panel surya.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan kenaikan biaya produksi di industri semikonduktor, panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik konsumen. "Meski demikian, sentimen awal di pasar cenderung positif bagi produsen energi surya AS, tercermin dari penguatan saham Corning, First Solar, dan T1 Energy," kata Liza.

Data Tenaga Kerja AS dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Di sisi lain, pasar tengah menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Juli 2026 yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed. Data terbaru menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan (JOLTS) AS turun menjadi 7,359 juta pada Juni 2026 dari sebelumnya 7,537 juta pada Mei 2026, sedikit di bawah ekspektasi pasar.

"Meski data JOLTS menunjukkan perlambatan jumlah lowongan pekerjaan, kondisi pasar tenaga kerja masih relatif kuat," ujar Liza. Reli saham teknologi AS, yang didorong laporan keuangan kuat Microsoft dan Amazon, turut menyokong sentimen positif di bursa global.

Katalis Domestik: PDB Kuartal II dan Likuiditas Perbankan

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II-2026 yang diperkirakan tumbuh sekitar 5,1 persen year on year (yoy). Realisasi di atas konsensus berpotensi menjadi katalis bagi sektor perbankan, konsumsi, konstruksi, dan properti, sedangkan hasil di bawah ekspektasi dapat memicu profit taking jangka pendek.

Pemerintah juga siap menambah penempatan dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke perbankan Himbara. Langkah ini disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertujuan menjaga likuiditas dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Secara regional, mayoritas bursa Asia kompak menguat pada pagi hari. Indeks Nikkei melonjak 3,17 persen, Kospi menguat 4,16 persen, dan Shanghai naik 0,42 persen. Sementara itu, bursa Eropa dan Wall Street juga ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (04/08), dengan Nasdaq memimpin penguatan sebesar 3,32 persen.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks