MALUKU — Kolaborasi antar-BUMN pelabuhan ini melibatkan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), PT Pelindo Marine Service, PT Pelindo Energi Logistik, serta PT Alur Pelayaran Barat Surabaya. Mereka bergerak bersama memastikan logistik dasar tiba di lokasi bencana saat masa tanggap darurat masih berlangsung.
Isi Bantuan: Beras hingga Tenda untuk Pengungsi
Untuk warga Maumere, KSOP Tanjung Perak dan TPS menyiapkan paket kebutuhan pokok. Isinya beras, minyak goreng, mi instan, air mineral, kecap, popok bayi, susu balita, dan biskuit.
Sementara itu, bantuan untuk Kabupaten Ende difokuskan pada sarana perlindungan sementara. Sebanyak 40 unit tenda terpal dikirimkan oleh Pelindo Marine Service bersama Pelindo Energi Logistik dan Alur Pelayaran Barat Surabaya.
Jenis bantuan ini menyesuaikan kebutuhan mendesak di lapangan. Tenda terpal menjadi prioritas karena banyak warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan naungan darurat pascagempa.
Rute Pengiriman dan Waktu Tempuh
Kapal MV Tidar bertolak dari Dermaga Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak. Rute pelayaran mengarah ke dua titik tujuan utama: Maumere dan Ende di NTT.
Pemilihan jalur laut dinilai paling efektif untuk mengangkut bantuan dalam jumlah besar sekaligus. Dibandingkan jalur udara yang terbatas kapasitasnya, kapal bisa membawa tonase logistik lebih banyak dalam sekali perjalanan.
Sinergi BUMN Percepat Distribusi Bantuan
Keterlibatan Pelindo Group dalam pengiriman ini menunjukkan peran BUMN pelabuhan di luar fungsi komersialnya. Mereka memanfaatkan ekosistem logistik yang sudah ada untuk kepentingan kemanusiaan.
Koordinasi lintas anak perusahaan Pelindo memungkinkan bantuan terkumpul dari berbagai sumber dan disalurkan melalui satu pintu keberangkatan. Ini memangkas waktu koordinasi yang biasanya menjadi kendala utama saat bencana.
Bantuan yang tiba di pelabuhan tujuan nantinya akan diserahkan kepada pemerintah daerah setempat untuk didistribusikan lebih lanjut ke titik-titik pengungsian.
Pengiriman tahap awal ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi untuk penyaluran bantuan berikutnya, mengingat kebutuhan warga NTT pascagempa masih panjang dan berkelanjutan.