MALUKU — Kecelakaan maut yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu awalnya menewaskan dua orang di lokasi kejadian dan satu korban lainnya meninggal saat dilarikan ke rumah sakit. RW menjadi korban keempat yang menghembuskan napas terakhir setelah kondisinya kritis selama dirawat.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, membenarkan bahwa korban RW meninggal dunia pada Sabtu (22/8/2026) malam. "Yang meninggal satu di lokasi, satu saat dibawa ke rumah sakit, dan satu lagi setelah menjalani perawatan di RSUD Soewondo," ujarnya.
Kronologi Tabrakan di Jalan Mataram
Peristiwa berawal saat Honda Scoopy bernomor polisi H 3546 OU melaju dari arah timur menuju lokasi kejadian. Sementara itu, Honda Beat bernomor polisi H 2804 AGD yang dikendarai RW datang dari arah berlawanan.
Diduga kuat, pengendara Honda Beat kehilangan kendali hingga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan frontal dengan Honda Scoopy. Benturan keras membuat kedua kendaraan ringsek dan seluruh penumpangnya terpental ke aspal.
Identitas Korban dan Kondisi di Lokasi
RW merupakan warga Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Ia tercatat sebagai pelajar SMK 01 NU Kendal. Dua korban lainnya yang tewas di lokasi dan dalam perjalanan ke rumah sakit masih dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian.
Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Kendal langsung mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat perkara. Kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Imbauan Keselamatan di Jalur Tembus
Jalan Mataram yang menghubungkan Desa Kebonharjo dengan wilayah lain di Patebon dikenal sebagai jalur tembus yang cukup ramai dilalui kendaraan roda dua. Kondisi jalan yang lurus kerap memicu pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Ipda Heru mengimbau para pengendara, terutama pelajar yang masih berusia muda, untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. "Kami mengingatkan agar tidak memacu kendaraan secara berlebihan di jalur yang rawan kecelakaan seperti ini," tegasnya.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara bagi pengguna jalan, khususnya di wilayah Kabupaten Kendal yang kerap mencatatkan insiden lalu lintas melibatkan pelajar.