MALUKU — SDN Sawangan 05, Depok, kedatangan tim pengabdian masyarakat dari Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (UI) pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua program utama: pengenalan budaya Jawa Barat lewat dongeng dan pengembangan bakat seni musik Islami siswa.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata ini menyerahkan bantuan berupa satu set alat musik qasidah atau marawis. Selain itu, mereka juga membawakan sesi mendongeng cerita rakyat Lutung Kasarung untuk para siswa.
Dongeng Lutung Kasarung dan Donasi Buku untuk Siswa
Mahadewi, Dosen Manajemen Bisnis Pariwisata Sekolah Vokasi UI, menjelaskan program literasi dikemas lewat kegiatan mendongeng yang interaktif. Cerita yang diangkat adalah legenda populer dari Jawa Barat, Lutung Kasarung, yang dikenalkan dengan cara yang menarik bagi anak-anak.
"Hari ini kami dari Sekolah Vokasi UI melaksanakan dua kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pertama, dongeng legenda Jawa Barat. Anak-anak SDN Sawangan 05 diberikan pemahaman terkait legenda Jawa Barat melalui kegiatan mendongeng," kata Mahadewi dalam keterangannya.
Setelah sesi mendongeng selesai, cerita tersebut akan diabadikan menjadi sebuah buku. Buku ini nantinya bisa diakses para siswa sebagai bahan bacaan di lingkungan sekolah, sehingga manfaat program literasi ini bisa dirasakan dalam jangka panjang.
"Setelah kegiatan mendongeng, nantinya akan dibuat buku sehingga anak-anak bisa mengaksesnya sebagai bahan bacaan di sekolah," ujarnya.
Dukungan Alat Musik untuk Syiar dan Kreativitas Siswa
Program kedua adalah pengenalan alat musik qasidah atau marawis. Bantuan ini diberikan setelah pihak sekolah menyampaikan kebutuhan akan sarana pengembangan bakat seni. Dengan adanya alat musik ini, siswa dapat berlatih dan menyalurkan minat mereka pada musik Islami.
"Pengabdian kepada masyarakat berikutnya berkaitan dengan pengenalan alat musik berupa alat-alat qasidah atau marawis yang bisa digunakan untuk mereka belajar. Karena mereka sudah latihan, hari ini juga akan ada penampilan dari alat musik tersebut," ungkap Mahadewi.
Kehadiran alat musik ini disambut antusias oleh pihak sekolah. Erwin Sofan, Kepala SDN Sawangan 05, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, alat musik qasidah ini tidak hanya berguna untuk pengembangan bakat, tetapi juga menunjang berbagai kegiatan keagamaan di sekolah.
"Alhamdulillah, awalnya saya meminta alat musik degung, tetapi ada kendala terkait pelatihnya. Kemudian bantuannya menjadi alat musik qasidah atau marawis. Terima kasih atas bantuan alat musik tersebut," ucap Erwin.
"Melalui qasidah atau marawis ini dapat menumbuhkan syiar. Alat musik ini bisa digunakan untuk latihan maupun kegiatan seperti Isra Mi'raj dan lomba Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI)," tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan Siswa
Mahadewi berharap kegiatan ini bisa membuka wawasan siswa terhadap kekayaan budaya Jawa Barat. Kombinasi antara literasi dan seni musik diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan mereka pada budaya lokal sejak dini.
"Harapan kami, Sekolah Vokasi UI bisa menambah minat anak-anak untuk mengenal Jawa Barat itu sendiri melalui literasi dan juga alat musik tadi," ucapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anisatul Auliya, Kepala Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Sekolah Vokasi UI, jajaran komite sekolah, serta para guru SDN Sawangan 05. Inisiatif ini menjadi contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan dasar di Indonesia.