Pencarian

8 Jembatan Penghubung Antar Desa di Buru dan Buru Selatan Resmi Difungsikan, Waktu Tempuh yang Semula 5 Jam Kini Cuma 1 Jam

Rabu, 26 Agustus 2026 • 10:46:01 WIB
8 Jembatan Penghubung Antar Desa di Buru dan Buru Selatan Resmi Difungsikan, Waktu Tempuh yang Semula 5 Jam Kini Cuma 1 Jam
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto meresmikan delapan jembatan penghubung antar desa di Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Maluku.

BURU — Akses transportasi warga di sejumlah desa di Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Maluku, kini berubah drastis. Delapan jembatan penghubung antar desa yang dibangun melalui Program Karya Bakti (Karbak) Skala Besar TNI AD Tahun 2026 resmi difungsikan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Selasa (25/8/2026).

Peresmian dipusatkan di Jembatan Garuda Kali Walumnako, Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru. Prosesi ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Pangdam XV/Pattimura, didampingi Dandim 1506/Namlea Letkol Inf. Heribertus Purwanto serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Azis Tomia.

Waktu Tempuh Lima Jam Terpangkas Jadi Satu Jam

Dody mengungkapkan, sebelum jembatan berdiri, perjalanan warga antarwilayah bisa memakan waktu hingga lima jam. Kini, mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih singkat, yakni sekitar satu jam.

"Dengan adanya jembatan ini, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah. Ini tentunya akan memberikan dampak terhadap perekonomian maupun akses pendidikan masyarakat," ujar Dody dalam sambutannya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar menghadirkan sarana penghubung fisik, melainkan membuka keterisolasian wilayah yang selama ini membatasi aktivitas ekonomi dan sosial warga.

Sebaran Lokasi: Enam Titik di Buru, Dua di Buru Selatan

Delapan jembatan yang rampung dibangun tersebar di dua kabupaten. Di Kabupaten Buru, pembangunan dilakukan di dua titik di Desa Waeleman serta masing-masing satu titik di Desa Waeflan, Desa Wabloy, Desa Kaki Air, dan Desa Namlea Ilath.

Sementara di Kabupaten Buru Selatan, jembatan dibangun masing-masing satu unit di Desa Hote dan Desa Wailikut.

Pembangunan melibatkan personel Kodim 1506/Namlea dan Yonif TP 821/Satria Bupolo bersama pemerintah daerah serta masyarakat. Pelaksanaannya berada di bawah komando Satgas Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 yang dikomandoi Dandim 1506/Namlea.

Bagian dari 55 Jembatan Program TNI AD

Dody menjelaskan, delapan jembatan ini merupakan bagian dari 55 jembatan yang dibangun TNI AD di wilayah Kodam XV/Pattimura, yang meliputi Maluku dan Maluku Utara. Program tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Darat.

"Ini adalah satu dari 55 jembatan yang dibuat oleh TNI AD di Kodam XV/Pattimura. Kegiatan pembangunan jembatan ini merupakan program dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui perintah Bapak KSAD. Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan saya langsung melihat secara fisik," kata Dody.

Bukan Hanya Jembatan: Ada Rehab Sekolah hingga Sumur Bor

Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 tidak hanya menyasar pembangunan jembatan. Satgas juga mengerjakan sejumlah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sekitar lokasi.

Beberapa di antaranya adalah perbaikan dan rehabilitasi fasilitas sekolah, pembangunan serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor dan MCK, rehabilitasi jalan, renovasi rumah ibadah, hingga pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Program ini merupakan salah satu program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Pangdam Minta Warga Rawat Jembatan

Dody meminta masyarakat menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Ia berharap fasilitas tersebut dimanfaatkan dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat TNI setempat apabila ditemukan kerusakan maupun kendala pada jembatan.

"Terima kasih kepada masyarakat, perangkat desa dan pemerintah daerah yang telah mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan program unggulan Bapak KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak," pungkasnya.

Dengan rampungnya delapan jembatan tersebut, konektivitas antar desa di Pulau Buru dan Buru Selatan diharapkan semakin terbuka. Selain memangkas waktu tempuh, keberadaan jembatan diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses pendidikan, serta menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tribun-maluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks