AMBON — Jajaran Kodam XV/Pattimura menangani pembangunan dan perbaikan 55 titik Jembatan Garuda Merah Putih di 13 satuan kewilayahan. Wilayah yang masuk daftar pengerjaan membentang dari Ternate, Masohi, Tual, Tidore, Namlea, Saumlaki, Tobelo, Labuha, Sula, Moa, Weda, Seram Bagian Barat, hingga Morotai.
Program ini merupakan bagian dari Program Unggulan TNI AD untuk Rakyat yang digagas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Gagasan tersebut lahir dari arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat.
Jarak Bukan Penghalang untuk Mengabdi
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa program ini didasari semangat mengabdi tanpa mengenal batas geografis. Ia menyebut hubungan TNI dengan rakyat bagaikan ikan dan air yang saling membutuhkan.
"Bagi TNI AD jarak bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada NKRI dan rakyat. TNI AD dengan rakyat bagaikan ikan dan air; di mana pun berada kita saling membantu, bahu-membahu, dan saling memerlukan," tegas Dody saat meninjau langsung lokasi pembangunan, Sabtu (29/8/2026).
Mobilitas Warga di Daerah Terpencil Jadi Prioritas
Pembangunan infrastruktur ini menyasar wilayah dengan tantangan geografis berat dan akses sarana prasarana terbatas. Kodam XV/Pattimura menyebut tujuan utamanya meningkatkan akses, mobilitas, dan kesejahteraan masyarakat di daerah kepulauan dan terluar.
Selain jembatan, program ini juga mencakup pembangunan sumur bor. Kedua program tersebut dijalankan serentak di Provinsi Maluku dan Maluku Utara sepanjang 2026.
Kehadiran sumur bor menjadi krusial bagi permukiman di pulau-pulau kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara jembatan baru diharapkan memangkas waktu tempuh warga menuju pasar, sekolah, dan pusat layanan kesehatan.
13 Satuan Kewilayahan Terlibat
Pengerjaan tersebar di satuan kewilayahan yang membawahi daerah-daerah tersebut. Sebaran ini menunjukkan skala pengerjaan yang mencakup hampir seluruh wilayah kerja Kodam XV/Pattimura.
Peninjauan langsung oleh Pangdam dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target. Langkah ini sekaligus menjadi kontrol kualitas atas pekerjaan yang melibatkan personel TNI di lapangan.