PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) resmi meningkatkan layanan kelistrikan di Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur, dari sebelumnya terbatas menjadi 24 jam penuh. Penyalaan perdana yang dipusatkan di Desa Ta'a ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah kepulauan tersebut.
AMBON — Warga Kilmury kini bisa menyalakan mesin jahit, mengoperasikan kulkas untuk usaha dagang, atau belajar di malam hari tanpa khawatir listrik padam. PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Masohi resmi menyala-nyalakan layanan kelistrikan 24 jam di kecamatan tersebut, menandai perubahan signifikan dari layanan sebelumnya yang terbatas.
General Manager PLN UIW MMU, Dony Noor Gustiarsyah, menyebut peningkatan ini bagian dari komitmen perseroan menghadirkan energi yang memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan masyarakat. "Hadirnya listrik 24 jam di Kilmury membawa lebih dari sekadar terang. Energi ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk semakin produktif, bagi anak-anak untuk belajar dengan lebih leluasa, bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonominya, serta bagi pelayanan publik untuk semakin optimal," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Ambon.
Desa Ta'a Jadi Titik Pusat Penyalaan Perdana
Momentum penyalaan 24 jam ini dipusatkan di Desa Ta'a dan dihadiri para kepala desa dari sejumlah negeri di Kilmury, seperti Undur, Kumelang, Afang Kota, Afang Defol, Nekan, Kilbon Kway, Selor, Missing, Tum, dan Gusalaut. Turut hadir tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh agama setempat.
Kehadiran unsur pemerintahan desa dan tokoh adat tersebut mencerminkan dukungan terhadap langkah PLN. Bagi wilayah dengan karakteristik geografis kepulauan seperti Maluku, perluasan jam nyala ini bukan perkara sederhana, melainkan hasil koordinasi teknis dan sosial yang panjang.
Harapan Camat: Usaha dan Pendidikan Ikut Tumbuh
Camat Kilmury, Ahmad Muges, menyampaikan apresiasinya. Menurut dia, listrik yang menyala sepanjang hari menjadi dukungan penting bagi warganya untuk berkembang. "Dengan listrik yang tersedia sepanjang hari, kegiatan pendidikan, pelayanan pemerintahan, aktivitas sosial, hingga usaha masyarakat dapat berjalan semakin baik," kata Ahmad.
Senada, Manager PLN UP3 Masohi, I Made Indra Wijaya, menegaskan penyalaan ini bukan sekadar menambah jam operasional. "Dengan energi yang tersedia sepanjang hari, kami berharap semakin banyak aktivitas produktif yang tumbuh, mulai dari kegiatan usaha, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat yang pada akhirnya turut mendorong perekonomian dan kesejahteraan Kilmury," jelas Indra.
Listrik 24 Jam dan Peluang Ekonomi Baru di Kilmury
Sebelumnya, keterbatasan pasokan membuat warga hanya bisa menikmati listrik beberapa jam dalam sehari. Kondisi itu membatasi aktivitas usaha rumahan seperti pengolahan hasil pertanian dan perikanan, serta menghambat anak-anak belajar di malam hari.
Dengan pasokan listrik yang kini stabil, ruang usaha kecil dan menengah di Kilmury diharapkan ikut bergerak. Penggunaan teknologi seperti mesin pendingin untuk hasil tangkapan laut dan alat produksi rumahan kini memungkinkan dijalankan lebih lama.
PLN turut mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara aman dan bijak, serta bersama-sama menjaga fasilitas kelistrikan. Perawatan bersama dinilai penting agar keandalan layanan yang sudah dihadirkan bisa terus bertahan dan dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan oleh seluruh warga Kilmury.