Pencarian

Jay-Z di Notting Hill Carnival 1997: Satu Sore yang Mengubah Wajah Hip-Hop Inggris

Senin, 31 Agustus 2026 • 19:09:31 WIB
Jay-Z di Notting Hill Carnival 1997: Satu Sore yang Mengubah Wajah Hip-Hop Inggris
Jay-Z tampil di panggung Notting Hill Carnival, London, pada Senin terakhir Agustus 1997.

MALUKU — Pukul 17.19, Senin terakhir Agustus 1997. Di area sosial dekat Thorpe Close, Ladbroke Grove, Jay-Z bersiap naik ke panggung Notting Hill Carnival. Dillon Moulder, yang saat itu bekerja sebagai A&R di label independen berbasis Ladbroke Grove, kebetulan berada di lokasi.

Salah satu artisnya, rapper asal Inggris Mr45, diundang tampil di panggung Tim Westwood's Radio 1. "Saya ada di sana tepat pada waktunya," kata Moulder. "Jay-Z naik panggung sekitar pukul 17.20. Foto itu mungkin diambil sekitar pukul 17.19."

Lineup yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Komposisi penampil hari itu nyaris tidak masuk akal: Jay-Z, Busta Rhymes, Rampage, Common, Lil' Kim, the LOX, Beenie Man, EPMD, plus sejumlah artis Inggris dan Jamaika. Semua tampil di satu lokasi di London Barat pada hari yang sama.

"Kamu beruntung bisa mendapat satu artis hip-hop setiap tiga sampai enam bulan sekali," kenang Moulder. "Untuk memiliki sebanyak itu artis Amerika di panggung yang sama pada hari yang sama adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Momen Transisi Karier Jay-Z

Saat itu Jay-Z berusia 27 tahun, setahun setelah merilis Reasonable Doubt dan beberapa bulan sebelum In My Lifetime, Vol. 1. Di Inggris, namanya terus melesat. Album debutnya dilisensikan oleh label U.K., dan Moulder mengingat Jay-Z membuka konser Fugees di Wembley Arena pada Mei. Pada Juli, wajahnya menghiasi sampul Hip Hop Connection, majalah rap Inggris.

"Orang-orang tahu musiknya, tahu videonya, tapi mereka belum pernah melihatnya tampil," ujar Moulder. "Pada saat Carnival, hype-nya sedang berkembang."

Jay-Z juga berada di posisi musikal yang menarik. Reasonable Doubt telah memantapkan namanya di kalangan pendengar yang masih berpikir dalam kerangka "hip-hop sejati". Namun musik yang muncul menjelang In My Lifetime terdengar lebih mengilap, dekat dengan sound Bad Boy yang sedang mendominasi New York.

"Saya pikir ada kecurigaan saat itu tentang arah yang akan diambil Jay," kata Moulder. "Tapi tidak cukup untuk membuat orang kehilangan minat. Itu justru memicu rasa penasaran."

Sesi yang Menyimpan Kejutan

Penampilan di Carnival menangkap momen transisi itu. Moulder mengingat Jay-Z membuka dengan "Ain't No...", lalu membawakan "Who You Wit" yang sudah sering diputar di klub dan radio Inggris. Ia juga membawakan "Sunshine" dan "Streets Is Watching" dari album yang akan datang, serta melantunkan lirik "Imaginary Player" di atas beat "The Rain" milik Missy Elliott.

"Itu mungkin, bisa jadi, pertama kalinya verse itu terdengar secara global," kata Moulder. Dua malam sebelumnya, Jay-Z tampil di acara nasional Radio 1 milik Westwood, menambah antisipasi. "Orang-orang sudah siap untuk Senin itu, tanpa keraguan."

Peran Westwood dan Perjalanan Carnival

Tim Westwood adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah ini. Pada 1997, ia adalah DJ hip-hop dominan di Radio 1, dan panggung Karnavalnya menjadi tujuan utama penggemar rap. Westwood kemudian didakwa dengan 15 pelanggaran seksual yang melibatkan tujuh wanita, termasuk empat tuduhan pemerkosaan, dan telah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan. Sidangnya dijadwalkan tahun depan.

Untuk konteks hari di tahun 1997 itu, peran Westwood cukup jelas. Moulder menyebut panggung Westwood mencapai puncaknya pada masa itu. "Karnavalnya pada dasarnya terkenal karena seberapa besar dan populer acara tersebut."

Pada akhir pekan ini, Notting Hill Carnival merayakan ulang tahunnya yang ke-60, enam dekade setelah Rhaune Laslett mengorganisir pesta jalanan 1966 yang dianggap sebagai awal Carnival modern. Moulder melihat banyak hal berubah sejak era 90-an, termasuk kehadiran komersial yang lebih besar dan lingkungan yang lebih terkontrol. Ia juga menolak anggapan yang mengaitkan Carnival dengan kejahatan.

"Carnival tidak identik dengan kejahatan," tegasnya. "Kejahatan identik dengan—kamu tahu—di mana pun ada kumpulan besar orang, pasti ada unsur kejahatan."

Baginya, cerita yang lebih besar adalah apa yang dipertahankan acara ini. "Secara musikal, Carnival itu vital. Ini salah satu acara komunitas kulit hitam terbesar di Eropa, mungkin di dunia. Saya tidak berpikir ini harus dilihat hanya sebagai acara U.K."

Budaya sound-system tetap menjadi pusatnya. Sebagian sistem yang sama yang Moulder ingat dari tahun Jay-Z tampil masih menjadi bagian dari Carnival hari ini. "Sound system yang sama saat Jay-Z tampil tahun '97 akan ada tahun ini," katanya.

Yang berubah adalah betapa langkanya hari seperti 25 Agustus 1997 bisa terasa. "Dulu, Carnival adalah salah satu dari sedikit wadah untuk hip-hop," kata Moulder. "Pada '97, genre ini hampir masuk arus utama, tapi belum sepenuhnya." Senin itu, katanya, adalah "kekacauan"—dalam arti yang menyenangkan. "Ada orang-orang berusia akhir belasan..."

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rollingstone.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks