Crystal Palace memastikan tiket ke babak final Conference League setelah menaklukkan Shakhtar Donetsk guna menantang Rayo Vallecano di Leipzig akhir bulan ini. Keberhasilan bersejarah tersebut menjadi kado perpisahan manis bagi manajer Oliver Glasner yang dijadwalkan segera meninggalkan kursi kepelatihan The Eagles.
Keriuhan pecah di tribun penonton saat para penggawa Crystal Palace melakukan lap of honour sebagai bentuk apresiasi kepada suporter setianya. Kemenangan atas Shakhtar Donetsk memastikan langkah klub asal London Selatan tersebut menuju partai puncak kompetisi Eropa perdana mereka di Jerman Timur.
Laga final mendatang akan menjadi pertandingan ke-60 bagi Crystal Palace dalam sebuah musim maraton yang menguras fisik. Bagi Oliver Glasner, partai tersebut merupakan kesempatan terakhirnya memberikan trofi sebelum resmi menanggalkan jabatan manajer klub.
Meski akan segera hengkang, pelatih asal Austria ini telah mengukir tinta emas dalam sejarah panjang The Eagles. Pencapaian menembus final Eropa dalam kurun waktu 12 bulan terakhir dianggap sebagai keajaiban yang melampaui ekspektasi banyak pihak, mengingat dinamika internal klub yang cukup tinggi.
Di tribun kehormatan, Steve Parish menyaksikan keberhasilan ini dengan penuh rasa bangga. Tepat 16 tahun lalu, Parish menyelamatkan klub masa kecilnya ini dari ambang kebangkrutan dan administrasi yang mengancam eksistensi tim.
Kini, di bawah kepemimpinannya, Palace bertransformasi dari tim yang berjuang bertahan hidup menjadi kontestan final di panggung Benua Biru. Keberhasilan menyingkirkan Shakhtar Donetsk yang memiliki pengalaman reguler di Liga Champions membuktikan bahwa level kompetitif Palace telah meningkat drastis.
Suasana stadion semakin memanas ketika penyiar stadion mengumumkan hasil pertandingan lain melalui pengeras suara. Sorakan keras terdengar saat publik Selhurst Park mengetahui Nottingham Forest hancur dengan skor 4-0 di tangan Aston Villa pada laga semifinal lainnya.
Sentimen ini muncul menyusul kontroversi yang sempat mencuat saat Forest menggantikan posisi Palace di Liga Europa musim ini. Dengan tersingkirnya Forest secara telak, para pendukung Palace merasa mendapatkan keadilan puitis sembari bersiap memesan tiket perjalanan menuju Leipzig untuk menghadapi wakil Spanyol, Rayo Vallecano.